kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Saham BREN Naik, Pinjaman US$ 300 Juta Jadi Katalis? Ini Analisisnya


Rabu, 22 Juli 2026 / 17:11 WIB
Saham BREN Naik, Pinjaman US$ 300 Juta Jadi Katalis? Ini Analisisnya
ILUSTRASI. Barito Renewables Energy, BREN (DOK/Barito Renewables Energy)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ditutup naik 6% di level Rp 3.710 per saham. Efeknya dalam lima hari saham BREN naik 7,54%.

Kenaikan tersebut sejalan dengan rencana BREN yang terus memacu ekspansi pengembangan pembangkit panas bumi di berbagai daerah Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, BREN memperoleh dukungan pendanaan dari perbankan mancanegara.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BREN melalui anak usahanya yaitu Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL) meneken Perjanjian Pinjaman dengan Bangkok Bank Public Company Limited pada 17 Juli 2026. Lewat perjanjian tersebut, Bangkok Bank mengucurkan pinjaman berjangka kepada SEGHPL dengan nilai maksimum US$ 300 juta.

Perjanjian Fasilitas tersebut terdiri dari dua komitmen, yaitu Komitmen Fasilitas A senilai US$ 105 juta dan Komitmen Fasilitas B senilai US$ 195 juta.

Baca Juga: Barito Renewables Energy (BREN) Dapat Pinjaman US$ 300 Juta dari Bangkok Bank

Dana Fasilitas A seluruhnya ditujukan untuk biaya pra-konstruksi proyek pembangunan wilayah prospek panas bumi Suoh Sekincau yang berlokasi di Sumatera. 

Di sisi lain, dana dari Fasilitas B akan terbagi menjadi dua tujuan, yakni US$ 105 juta untuk proyek pengembangan Suoh Sekincau melalui penyertaan modal ke dalam PT Star Energy Suoh Sekincau (SEGSS) sebagai anak usaha BREN serta US$ 90 juta untuk proyek pengembangan wilayah prospek panas bumi Hamiding di Maluku melalui penyertaan modal ke dalam anak usaha BREN lainnya yaitu PT Star Energy Geothermal Indonesia (SEGI).

Masa jatuh tempo untuk Fasilitas A dan Fasilitas B adalah 60 bulan sejak tanggal penarikan pertama Fasilitas A. 

Melalui Perjanjian Fasilitas US$ 300 juta tersebut, BREN dan SEGHPL berharap adanya manfaat berupa ketersediaan sumber pendanaan yang memadai bagi perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha untuk mendukung kebutuhan operasional, belanja modal, dan pengembangan proyek terkini maupun yang akan dikerjakan pada masa depan.

"Fasilitas pinjaman ini juga akan meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas dan struktur pendanaan pada tingkat kelompok usaha," tulis Manajemen BREN dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/7/2026).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pinjaman sebesar US$ 300 juta tersebut pada dasarnya merupakan sentimen positif karena menunjukkan BREN masih memiliki akses terhadap pendanaan dari perbankan internasional. Hal ini mencerminkan kepercayaan kreditur terhadap prospek proyek panas bumi yang sedang dikembangkan.

Baca Juga: BREN Kantongi Pinjaman US$ 300 Juta dari Bangkok Bank

Sebagai catatan, kebutuhan belanja modal di sektor panas bumi memang tergolong besar, terutama pada tahap eksplorasi, pengeboran sumur, pembangunan pembangkit, hingga pembangunan infrastruktur pendukung. 

"Oleh karena itu, penggunaan pendanaan berbasis utang merupakan praktik yang lazim karena proyek memiliki karakteristik investasi jangka panjang dengan arus kas yang relatif stabil setelah beroperasi," ungkap dia, Rabu (22/7/2026).

Jika dana tersebut digunakan untuk mempercepat pengembangan proyek Suoh Sekincau dan Hamiding, maka BREN berpotensi merasakan manfaat berupa peningkatan kapasitas pembangkit dan pendapatan berulang dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam jangka pendek, pinjaman tentu akan meningkatkan liabilitas sehingga leverage BREN berpotensi naik. Rasio seperti debt to equity ratio (DER) maupun net debt per EBITDA kemungkinan mengalami kenaikan selama proyek masih berada dalam tahap konstruksi dan belum menghasilkan pendapatan. 

Walau begitu, kondisi tersebut masih tergolong sehat bagi BREN apabila tambahan utang diimbangi dengan peningkatan aset produktif, arus kas operasional dari aset yang telah beroperasi tetap kuat, kemampuan membayar bunga tetap terjaga, serta jadwal pembayaran utang sesuai dengan profil arus kas proyek.

"Selain itu, proyek panas bumi umumnya memiliki kontrak penjualan listrik jangka panjang sehingga menghasilkan cash flow yang lebih stabil setelah beroperasi," jelas dia.

Nafan menambahkan, ada beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan BREN agar pinjaman tersebut tidak membebani keuangan perusahaan. Di antaranya adalah menjaga disiplin belanja modal agar tidak terjadi cost overrun, memastikan proyek selesai tepat waktu sehingga dapat segera menghasilkan arus kas, serta menjaga risiko refinancing tetap rendah melalui struktur pendanaan yang seimbang.

Secara umum, prospek kinerja BREN pada semester II-2026 masih cukup konstruktif karena didukung oleh tren transisi energi dan meningkatnya kebutuhan listrik berbasis energi bersih. Bisnis panas bumi memiliki karakter defensif, karena didukung kontrak jual beli listrik jangka panjang yang menghasilkan pendapatan relatif stabil.

Lantas, Nafan merekomendasikan add saham BREN dengan target harga di level Rp 6.525 per saham.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, secara teknikal, posisi saham BREN sedang berada di fase uptrend dalam jangka setelah break area resistance sideways. Dari sisi volume, saham ini masih didominasi volume pembelian.

Indikator MACD cenderung melandai di area negatif dan Stochastic diperkirakan bergerak flat di area netral.

Herditya merekomendasikan buy on weakness dengan support di level Rp 3.540 per saham dan resistance di level Rp 3.840 per saham serta target harga di kisaran Rp 4.100--Rp 4.270 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×