kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.659   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.616   -20,54   -0,31%
  • KOMPAS100 865   -1,33   -0,15%
  • LQ45 656   -1,60   -0,24%
  • ISSI 231   0,72   0,31%
  • IDX30 367   -1,08   -0,29%
  • IDXHIDIV20 453   -1,28   -0,28%
  • IDX80 99   -0,05   -0,05%
  • IDXV30 126   0,68   0,54%
  • IDXQ30 117   -0,43   -0,36%

BEI Tetapkan TBS Energi (TOBA) sebagai Green Equity Transition


Senin, 07 September 2026 / 13:25 WIB
BEI Tetapkan TBS Energi (TOBA) sebagai Green Equity Transition
ILUSTRASI. TBS Energi Utama Akuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd. (SembEnviro) (DOK/TBS Utama Energi)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) sebagai perusahaan tercatat pertama di Indonesia yang memperoleh predikat Green Equity Transition.

Penetapan tersebut berlaku sejak 28 Agustus 2026, bertepatan dengan peluncuran perdana IDX Green Equity Designation. Dari tiga perusahaan tercatat yang memperoleh penetapan perdana, TOBA menjadi satu-satunya emiten yang masuk kategori transisi.

Direktur Pengembangan Usaha BEI Iding Pardi bilang IDX Green Equity Designation menjadi salah satu langkah untuk membangun pasar modal Indonesia yang lebih transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Baca Juga: TBS Energi (TOBA) Jadi Saham Hijau Transisi Pertama yang Diterbitkan BEI

“IDX Green Equity Designation merupakan milestone penting dalam membangun pasar modal Indonesia yang semakin transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, Senin (7/9/2026).

Penetapan Green Equity Transition diberikan berdasarkan review independen S&P Global Ratings dengan mengacu pada Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges (WFE).

Dalam kerangka tersebut, penetapan saham hijau mempertimbangkan lima pilar, yakni kontribusi finansial, keselarasan dengan taksonomi, tata kelola, penilaian berkala, serta keterbukaan informasi kepada publik.

Untuk TOBA, penetapan tersebut mengacu pada laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit.

Pada periode tersebut, bisnis infrastruktur berkelanjutan atau non-batubara menyumbang 47% dari pendapatan konsolidasi TBS sehingga menempatkan TOBA dalam kategori transisi.

Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Cetak Kinerja Positif, Bisnis Pengelolaan Limbah Mendominasi

Selain itu, S&P Global Ratings menilai 92% komitmen belanja modal TOBA untuk periode 2025–2030 merupakan kegiatan hijau. TBS juga tidak mengalokasikan belanja modal untuk kegiatan yang berkaitan dengan batubara.

Perkembangan transformasi TOBA berlanjut pada semester I-2026. Kontribusi bisnis infrastruktur berkelanjutan meningkat menjadi 66,5% dari pendapatan konsolidasi, sedangkan bisnis batu bara menyumbang 31,4%.

 

Bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dengan porsi 61,2% terhadap pendapatan dan 92% terhadap EBITDA konsolidasi. Pendapatan dari ekosistem kendaraan listrik juga hampir meningkat tiga kali lipat secara tahunan.

Dari sisi kinerja, laba kotor konsolidasi TOBA lebih dari dua kali lipat menjadi US$28,2 juta pada semester I-2026. Arus kas operasi juga berbalik positif menjadi US$14,6 juta dari sebelumnya negatif US$ 31,6 juta.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer TBS Dicky Yordan menyampaikan penetapan tersebut sebagai salah satu tonggak dalam proses transformasi TOBA menuju bisnis berkelanjutan dan memberikan gambaran tambahan bagi investor. 

Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Jadi Outlier Emiten Batubara, Bisnis Non-Coal Sudah Dominan

“Penetapan ini menetapkan standar yang harus kami jaga setiap tahun, dan kami berharap penetapan ini mempertemukan kami dengan investor yang memang mencari perusahaan seperti kami,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×