kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.154   -20,00   -0,12%
  • IDX 7.549   -44,70   -0,59%
  • KOMPAS100 1.040   -10,07   -0,96%
  • LQ45 743   -12,35   -1,63%
  • ISSI 274   -1,48   -0,54%
  • IDX30 399   -2,21   -0,55%
  • IDXHIDIV20 485   -4,24   -0,87%
  • IDX80 116   -1,48   -1,26%
  • IDXV30 139   0,33   0,24%
  • IDXQ30 128   -1,43   -1,11%

Harga Saham BREN dan DSSA Anjlok Usai Pengumuman dari MSCI


Selasa, 21 April 2026 / 11:23 WIB
Harga Saham BREN dan DSSA Anjlok Usai Pengumuman dari MSCI
ILUSTRASI. Barito Renewables Energy, BREN (DOK/Barito Renewables Energy)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kompak mengalami penurunan setelah pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Berdasarkan pantauan Kontan, harga saham BREN melorot 7,95% ke level Rp 6.075 per saham pada perdagangan intraday Selasa (21/4). Begitu pula dengan harga saham DSSA yang merosot 13,76% ke level Rp 2.820 per saham.

Penurunan harga saham ini bertepatan dengan pengumuman MSCI yang akan mempertahankan pembatasan terhadap saham-saham Indonesia dalam tinjauan indeks periode Mei 2026. Dalam hal ini, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Index (MIM) pada tinjauan Mei 2026.

Baca Juga: BEI Intensif Lobi MSCI, Ancaman Downgrade Saham Indonesia Mulai Mereda

Selain itu, MSCI juga tetap membekukan peningkatan inklusi investor asing serta jumlah saham yang bisa masuk ke dalam indeks untuk emiten Indonesia.

MSCI juga menahan langkah migrasi saham antar segmen indeks, termasuk perpindahan dari indeks kapitalisasi kecil ke indeks standar. Artinya, belum ada pergerakan naik bagi saham Indonesia dalam struktur indeks global tersebut.

Lebih lanjut, MSCI juga mengumumkan akan menghapus saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau high shareholding concentration (HSC). MSCI juga dapat menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika sesuai.

Nah, baik BREN maupun DSSA sebelumnya telah diumumkan sebagai bagian dari daftar saham dengan HSC per 31 Maret 2026. Kala itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut BREN memiliki tingkat kepemilikan oleh kelompok tertentu mencapai 97,31% sedangkan DSSA sebesar 95,71%.

Seiring dengan pengumuman tersebut, maka saham BREN dan DSSA masuk kriteria sebagai saham yang akan dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard.

Baca Juga: Reksadana USD Jadi Incaran, Buat Lindung Nilai Saat Rupiah Melemah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×