kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Saham Blue Chip Ini Dapat Rekomendasi Beli Usai Divestasi AdMedika


Kamis, 26 Maret 2026 / 05:25 WIB
Saham Blue Chip Ini Dapat Rekomendasi Beli Usai Divestasi AdMedika
ILUSTRASI. analis memberikan rekomendasi beli saham Telkom (TLKM)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) makin gencar memperkuat bisnis inti dengan menggelar divestasi entitas usaha. Terbaru, TLKM melepas AdMedika Group kepada Fullerton Health. 

Asal tahu saja, AdMedika merupakan perusahaan pengelola layanan administrasi kesehatan atau third party administrator (TPA) yang menyediakan solusi manajemen klaim dan layanan kesehatan bagi korporasi dan institusi. 

VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari penataan portofolio bisnis dalam implementasi strategi transformasi TLKM 30. 

“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fokus TelkomGroup pada core business di sektor telekomunikasi dan layanan digital,” jelas dia saat dihubungi Kontan belum lama ini. 

Baca Juga: Saham Lapis Kedua Lesu di Awal 2026, Simak Prospek dan Rekomendasinya

Dia bilang AdMedika memiliki potensi pertumbuhan yang kuat di industri kesehatan. Dengan bergabung bersama Fullerton Health, AdMedika diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan bisnis. 

Ke depannya, kata Andri, TelkomGroup secara berkelanjutan melakukan penataan portofolio bisnis dan streamlining sebagaimana diamanatkan oleh Danantara. Berbagai opsi akan dipertimbangkan oleh TLKM. 

“Melalui berbagai opsi strategis seperti merger, transfer bisnis, kemitraan strategis, maupun divestasi, tetapi rencana spesifik terkait entitas tertentu saat ini masih dalam tahap kajian komprehensif,” ucapnya. 

Andri menegaskan setiap langkah streamlining dilakukan secara prudent dengan memastikan keselarasan terhadap core business TelkomGroup sebagai perusahaan digital telco. 

Senior Equity Research Analyst Phillip Sekuritas Indonesia Edo Ardiansyah mengatakan ada potensi re-rating terhadap TLKM seiring dengan transformasi perusahaan menuju model strategic infrastructure holding

 

Phillip Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli TLKM dengan target harga di Rp 4.200 per saham. Ini didasarkan pada proyeksi valuasi 26026 dengan PE sebesar 19,3 kali, PBV 2,3 kali dan EV/EBITDA sebesar 4,6 kali. 

“Ini masih relatif menarik dibandingkan rata-rata historis dan perusahaan sejenis di kawasan, dengan adanya potensi re-rating seiring transformasi menuju strategic infrastructure holding,” jelas Edo. 

Menurutnya, profil risk-reward tetap menarik, didukung oleh stabilisasi kinerja segmen seluler, monetisasi aset fiber melalui skema open-access, serta komitmen yang kuat terhadap pembagian dividen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×