kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Saham big cap tergerus, bursa Jepang terbakar


Selasa, 09 Oktober 2012 / 15:12 WIB
ILUSTRASI. Dua hari libur nasional tahun 2021 digeser, ini jadwal terbaru


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Hingga sesi penutupan sore ini (9/10), bursa Jepang masih belum mampu bangkit dari zona merah. Pada pukul 15.00 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,1% menjadi 8.769,59. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 26 September lalu. Sedangkan indeks Topix turun 1,3% menjadi 727,68.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Jepang pada hari ini. Beberapa di antaranya adalah Komatsu Ltd yang turun 3,4%, Honda Motor Co turun 2,5%, Toyota Corp turun 1,5%, Nissan Motor Co turun 1,9%, dan Sharp Corp turun 15%.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan bursa Jepang melempem adalah langkah Badan Moneter Internasional (IMF) memangkas outlook pertumbuhan ekonomi global. Estimasi untuk pertumbuhan Jepang juga dipangkas menjadi 2,2% tahun ini dan 1,2% di 2013.

Selain itu, bursa saham melempem juga dikarenakan data ekspansi yang menunjukkan surplus neraca perdagangan Jepang melambat pada Agustus.

"Pada awal tahun ini, banyak pihak berharap Jepang akan menjadi yang terbaik di antara negara maju lainnya. Namun, pesimisme mulai tampak memasuki musim panas ini. Bursa Jepang tidak dapat mengikuti kenaikan saham AS dan Eropa karena ekspektasi kebijakan. Plus, kecemasan mengenai penurunan permintaan di China menjadi pukulan bagi Jepang," jelas Koji Toda, chief fund manager Resona Bank Ltd di Tokyo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×