kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Rupiah tertekan kekhawatiran jumlah pasien Covid-19 terus bertambah


Selasa, 30 Juni 2020 / 19:17 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (20/4/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (20/4) sebesar 52 poin atau 0,34 persen ke level Rp15.412 per


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekhawatiran adanya gelombang kedua pandemi membuat nilai tukar rupiah melemah. Di pasar spot rupiah melemah 0,14% ke Rp 14.265 per dollar AS. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah menguat 0,46% ke Rp 14.369 per dollar AS.

Analis Global Kapital Investama, Alwi Assegaf, mengatakan, jumlah pasien positif korona yang terus bertambah secara global membuat pelaku pasar khawatir bisa terjadi gelombang kedua, meski gelombang pertama belum usai.

Baca Juga: BI catat penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh 8,2% pada Mei 2020

"Beberapa kawasan di AS dan Inggris membatalkan pembukaan ekonominya dan pembatasan kembali dijalankan setelah sempat protokol dilonggarkan," kata Alwi, Selasa (30/6).

Potensi lockdown kembali dilakukan mengancam percepatan pemulihan ekonomi dan akhirnya memukul nilai tukar garuda. Kini, pelaku pasar kembali menjauhi aset berisiko dan mengoleksi dolar AS sebagai aset safe haven.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan rupiah masih melemah karena masalah geopolitik dan kecemasan second wave.

Baca Juga: Ini faktor yang memengaruhi likuiditas perekonomian naik 10% pada Mei 2020

Meski begitu, Alwi memproyeksikan rupiah berpotensi rebound bila Gubernur The Fed Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin bisa menenangkan pelaku pasar lewat pidatonya mengenai prospek pemulihan ekonomi yang akan disampaikan besok, Rabu (1/7).

Sentimen positif bagi rupiah juga datang dari data PMI Manufaktur China yang tumbuh di periode Juni dari 50,6 ke 50,9. Selain itu, Alwi memproyeksikan data manufaktur dalam negeri juga bisa membaik karena ekonomi sudah dibuka di masa kenormalan baru.

Baca Juga: Stabilitas eksternal membaik, Ekonom BCA prediksi cadangan devisa bulan Juni naik

David mengatakan, pergerakan rupiah besok akan dipengaruhi oleh data inflasi. "Proyeksi BI bisa terjadi deflasi," kata David.

Alwi memproyeksikan rupiah besok di rentang Rp 14.150 per dollar AS hingga RP 14.350 per dollar AS. Sementara David memproyeksikan rupiah di Rp 14.250 per dollar AS hingga RP 14.270 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×