kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.865   76,00   0,43%
  • IDX 6.145   -75,65   -1,22%
  • KOMPAS100 813   -12,01   -1,46%
  • LQ45 614   -11,73   -1,88%
  • ISSI 210   -2,32   -1,09%
  • IDX30 348   -7,09   -2,00%
  • IDXHIDIV20 427   -9,61   -2,20%
  • IDX80 92   -1,46   -1,56%
  • IDXV30 115   -1,04   -0,90%
  • IDXQ30 111   -2,85   -2,49%

Rupiah tersungkur ke Rp 14.054 per dollar AS


Selasa, 25 Agustus 2015 / 17:29 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih terpuruk di level Rp 14.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Mengacu data Bloomberg, Selasa (25/8) rupiah kembali melemah ke Rp 14.054 per dollar AS atau 0,03% dari penutupan hari sebelumnya Rp 14.050 per dollar AS.

Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan penguatan dollar AS bersifat global karena kondisi ekonomi Tiongkok masih melambat. Sementara di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pembuat kebijakan the Fed tentang kemungkinan kenaikan suku bunganya (Fed fund rate).

"Tiongkok kemungkinan akan memperlogar sistem keuangannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi, sementara Amerika Serikat akan memperketat. Kebijakan yang berbeda dari dua negara terbesar dunia itu membuat investor cenderung masuk ke mata uang yang masuk dalam kategori 'safe haven', salah satunya dollar AS," katanya dikutip dari Antara.

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan Bank Indonesia cukup disiplin menjaga fluktuasi rupiah, namun kebijakan otoritas itu juga harus diringi dengan pertumbuhan ekonomi domestik.

"Pelaku pasar uang mengharapkan adanya realisasi percepatan belanja infrastruktur karena itu akan memperbaiki fundamental ekonomi Indonesia, yang akhirnya dapat menopang mata uang rupiah," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (25/8) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp14.067 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.998 per dollar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×