kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.872   83,00   0,47%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Alfamart (AMRT) Ubah Struktur Kepemilikan Bisnis di Singapura, Filipina & Bangladesh


Kamis, 18 Juni 2026 / 07:18 WIB
Alfamart (AMRT) Ubah Struktur Kepemilikan Bisnis di Singapura, Filipina & Bangladesh
ILUSTRASI. Suasana pelayanan konsumen di gerai Alfamart (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melakukan restrukturisasi kepemilikan dan integrasi operasional bisnis di sejumlah negara. Langkah tersebut terungkap dalam keterbukaan informasi pada Rabu (17/6/2026) yang memaparkan serangkaian transaksi yang dilakukan melalui anak usaha Alfamart di Singapura, Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA).

Restrukturisasi ini meliputi tiga rangkaian transaksi yang melibatkan Glory Worldwide Investment Pte. Ltd. (GWI), perusahaan investasi yang berbasis di Singapura. GWI adalah perusahaan afiliasi dengan AMRT karena memiliki kesamaan pengurus. Menurut keterbukaan informasi, transaksi ini dilakukan pada 15 Juni 2026.  

Adapun rangkaian transaksi restrukturisasi pada langkah pertama Alfamart melakukan  peningkatan modal atau Subscription Agreement. Dalam transaksi ini, Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA) menerbitkan 49,75 juta saham baru dengan nilai sekitar US$ 40,63 juta atau setara Rp 680 miliar.

Baca Juga: Saham GGRM Melonjak, Target Saham dalam Konsensus Hampir Mendekati

Seluruh saham baru tersebut diambil oleh GWI, sehingga komposisi kepemilikan di ARA berubah signifikan. Jika sebelumnya AMRT menguasai 100% saham ARA, setelah transaksi kepemilikannya terdilusi menjadi 49%. Sebaliknya, GWI menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 51%.

Dana hasil peningkatan modal tersebut kemudian digunakan untuk transaksi kedua, yakni pembelian saham Alfamart Trading Philippines, Inc. (ATP). Melalui Share Purchase Agreement, ARA mengakuisisi 10% saham ATP dari GWI dengan nilai transaksi sekitar US$ 10,53 juta. Akuisisi ini meningkatkan kepemilikan ARA di entitas ritel Alfamart di Filipina dari sebelumnya 35% menjadi 45%.

Tidak berhenti di Filipina, ARA juga akan mengambil alih saham AMRT di entitas bisnis Bangladesh. Dalam transaksi ketiga berupa Share Sale and Purchase Agreement, ARA membeli 70,02% saham Alfamart Bangladesh Limited (ATB) yang sebelumnya dimiliki oleh GWI. Nilai transaksi tersebut mencapai 220,75 juta Taka Bangladesh. Dengan akuisisi ini, ARA resmi menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali operasional bisnis AMRT di Bangladesh.

Corporate Secretary Sumber Alfaria Trijaya Tomin Widian dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan, restrukturisasi tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis. Salah satunya adalah memperkuat permodalan untuk mendukung ekspansi internasional tanpa harus terus bergantung pada pendanaan internal dari induk usaha di Indonesia. Kehadiran GWI sebagai mitra strategis diharapkan memberikan dukungan pendanaan yang lebih fleksibel bagi pengembangan bisnis regional.

Selain itu, transaksi ini juga bertujuan mengintegrasikan operasional bisnis luar negeri di bawah satu payung manajemen melalui ARA. Dengan struktur yang lebih terpusat, koordinasi bisnis di Filipina dan Bangladesh diharapkan menjadi lebih efisien dan efektif.

Di sisi lain, perubahan struktur tersebut memungkinkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk untuk tetap fokus menggarap pasar minimarket domestik yang menjadi bisnis utamanya. Meski kepemilikan langsung di ARA berkurang, Alfamart tetap mempertahankan pengaruh signifikan terhadap bisnis internasional sekaligus berpeluang menikmati pertumbuhan dari pasar luar negeri.

Baca Juga: Jasa Berdikari (LAJU) Minta Restu Pemegang Saham untuk Jaminkan 50% Aset

Berdasarkan laporan penilai independen, total nilai keseluruhan transaksi masih berada di bawah ambang batas 20% dari total ekuitas AMRT per akhir 2025 yang tercatat sebesar Rp 19,38 triliun. 

Dengan demikian, transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material yang mewajibkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17 Tahun 2020. Perseroan hanya diwajibkan memperoleh dan menyampaikan pendapat kewajaran dari penilai independen.

Saham AMRT ditutup naik 2,89% di Rp 1.425 per saham pada Rabu (17/6/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×