kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.568   15,00   0,09%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah terkena efek surplus dagang


Kamis, 16 April 2015 / 05:53 WIB
ILUSTRASI. Manfaat jus mentimun jarang diketahui banyak orang. Padahal, mentimun adalah salah satu buah yang mudah ditemui.


Reporter: Dina Farisah, Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah pada hari ini masih berpeluang menguat. Data produksi industri AS bulan Maret diperkirakan turun 0,3%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya di angka 0,1%.

Sementara Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury Bank BNI berpendapat, rupiah tidak akan mampu melanjutkan penguatannya pada Kamis (16/4). Apalagi jika pengumuman data Empire State Manufacturing Index AS pada bulan April 2015 naik sesuai prediksi pelaku pasar menjadi 7,2%, dibandingkan sebelumnya 6,9%. Sementara kemarin rupiah menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Di pasar spot, rupiah turun 0,61% dari hari sebelumnya menjadi Rp 12.905. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia (BI) juga melemah 3 poin ke 12.976.

Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah merupakan berkah surplus neraca perdagangan Indonesia bulan Maret sebesar US$ 1,3 miliar yang lebih tinggi dari prediksi, yakni US$ 620 juta.

Dari AS, penjualan ritel AS bulan Maret hanya tumbuh 0,9% dan indeks harga produsen (PPI) tumbuh 0,2%. Kedua data tersebut lebih rendah dari ekspektasi. Hari ini, Trian menduga rupiah bergulir di 12.890–12.950. Christian memprediksi, rupiah menguat di 12.860-12.970.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×