kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Rupiah terkena efek surplus dagang


Kamis, 16 April 2015 / 05:53 WIB
ILUSTRASI. Manfaat jus mentimun jarang diketahui banyak orang. Padahal, mentimun adalah salah satu buah yang mudah ditemui.


Reporter: Dina Farisah, Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah pada hari ini masih berpeluang menguat. Data produksi industri AS bulan Maret diperkirakan turun 0,3%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya di angka 0,1%.

Sementara Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury Bank BNI berpendapat, rupiah tidak akan mampu melanjutkan penguatannya pada Kamis (16/4). Apalagi jika pengumuman data Empire State Manufacturing Index AS pada bulan April 2015 naik sesuai prediksi pelaku pasar menjadi 7,2%, dibandingkan sebelumnya 6,9%. Sementara kemarin rupiah menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Di pasar spot, rupiah turun 0,61% dari hari sebelumnya menjadi Rp 12.905. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia (BI) juga melemah 3 poin ke 12.976.

Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah merupakan berkah surplus neraca perdagangan Indonesia bulan Maret sebesar US$ 1,3 miliar yang lebih tinggi dari prediksi, yakni US$ 620 juta.

Dari AS, penjualan ritel AS bulan Maret hanya tumbuh 0,9% dan indeks harga produsen (PPI) tumbuh 0,2%. Kedua data tersebut lebih rendah dari ekspektasi. Hari ini, Trian menduga rupiah bergulir di 12.890–12.950. Christian memprediksi, rupiah menguat di 12.860-12.970.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×