kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Rupiah Menguat Menjadi Rp 16.754 per Dolar AS Didukung Sentimen Ini


Selasa, 03 Februari 2026 / 22:30 WIB
Rupiah Menguat Menjadi Rp 16.754 per Dolar AS Didukung Sentimen Ini
ILUSTRASI. Setelah sempat melemah, rupiah kini menguat signifikan. Peluang untung atau ada risiko tersembunyi? Jangan lewatkan analisis lengkapnya! (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026), setelah sehari sebelumnya mengalami pelemahan. Kurs rupiah di pasar spot tercatat naik Rp 44 atau 0,26% menjadi Rp 16.754 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan rupiah kali ini dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global.

Dari sisi domestik, rilis data manufaktur Indonesia memberikan sinyal positif bagi pasar. S&P Global Market Intelligence mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 52,6 pada Januari 2026, meningkat dari 51,2 pada Desember 2025.

Level PMI yang konsisten berada di atas 50 menandakan ekspansi sektor manufaktur masih berlanjut.

Baca Juga: Sentimen Risk-On Dorong Penguatan Rupiah, Tapi Masih Rentan Koreksi

“Kenaikan PMI menunjukkan pertumbuhan yang masih terjaga, didorong oleh peningkatan output dan permintaan baru,” ujar Ibrahim, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 12–23 Januari 2026 terhadap sekitar 400 perusahaan manufaktur, peningkatan aktivitas tersebut terutama ditopang oleh permintaan domestik.

Namun, permintaan internasional tercatat masih melemah selama lima bulan terakhir, seiring laporan bahwa tarif perdagangan menghambat permintaan dari luar negeri.

Dari sisi global, sentimen pasar juga membaik setelah Amerika Serikat dan India mencapai kesepakatan perdagangan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemangkasan tarif AS atas barang-barang India menjadi 18% dari sebelumnya 50%, sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh India serta penurunan hambatan perdagangan.

Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,16% ke Rp 16.772 per Dolar AS pada Selasa (3/2) Siang

Kesepakatan ini turut memperkuat sentimen risk-on di pasar keuangan global dan memberikan dukungan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Untuk perdagangan Rabu (4/2/2026), Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.780 per dolar AS.

Selanjutnya: Progres Capai 86%, WIKA Targetkan Proyek IPA Sepaku Rampung pada Maret 2026

Menarik Dibaca: Indonesia Pimpin Tingkat Kebahagiaan di Tempat Kerja di Asia Pasifik, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×