kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

DBS Tetap Overweight Saham Indonesia, Investor Disarankan Jaga Alokasi


Selasa, 03 Februari 2026 / 15:23 WIB
DBS Tetap Overweight Saham Indonesia, Investor Disarankan Jaga Alokasi
ILUSTRASI. IHSG sesi I ditutup melemah (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. DBS Bank tetap mempertahankan rekomendasi overweight dan pandangan positif terhadap pasar saham Indonesia, di tengah keputusan MSCI menunda evaluasi dalam proses rebalancing indeks Februari 2026.

Investment Strategist DBS Bank Joanne Goh menilai prospek jangka pendek pasar saham Indonesia masih dibayangi kekhawatiran potensi penurunan status pasar dari emerging market (EM) menjadi frontier market (FM).

Dia mencermati tekanan jual yang sebelumnya muncul akibat kebingungan pasar kini mulai mereda. Namun ia mengakui, langkah penyedia indeks global tersebut berpotensi menahan masuknya arus dana besar ke pasar domestik.

Baca Juga: Di Januari 2026, Kinerja Reksadana Pasar Uang Paling Moncer Ketimbang Jenis Lain

“Saham Indonesia diperkirakan mencatat pertumbuhan laba terkuat di ASEAN pada 2026, didorong faktor domestik serta ditopang imbal hasil dividen yang menarik,” tulis Joanne dalam riset DBS yang dirilis Jumat (30/1/2026).

DBS juga menegaskan fundamental pasar saham Indonesia masih solid, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Pasalnya, salah satu bank Indonesia masuk jajaran 10 bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Asia.

Menurut Joanne, daya tarik pasar saham Indonesia terletak pada valuasi yang relatif murah, potensi bonus demografi, serta posisi Indonesia sebagai penerima manfaat dari siklus komoditas yang masih berada di fase menguntungkan.

Sejalan dengan itu, DBS tetap mempertahankan rekomendasi overweight dan menyarankan investor memanfaatkan peluang untuk mengoleksi saham-saham unggulan berkapitalisasi besar pada valuasi yang lebih rendah.

“Rasio price to earnings (PER) IHSG dan LQ45 saat ini masih berada di bawah rata-rata historisnya. Hingga volatilitas mereda dan dana aktif kembali masuk, investor masih perlu menjaga alokasi terhadap pasar saham Indonesia,” jelas Joanne.

Selanjutnya: Catat Kinerja Beragam, Ini Jenis Reksadana Yang Menarik Dicermati

Menarik Dibaca: Desain iPhone 17e: Bezel Tipis dan Charger Super Cepat Menanti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×