kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Sentimen Risk-On Dorong Penguatan Rupiah, Tapi Masih Rentan Koreksi


Selasa, 03 Februari 2026 / 17:36 WIB
Sentimen Risk-On Dorong Penguatan Rupiah, Tapi Masih Rentan Koreksi
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat pada hari ini setelah kemarin melemah. Selasa (3/2), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 44 atau 0,26% menjadi Rp 16.754 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sejalan, kurs rupiah Jisdor hari ini menguat Rp 23 atau 0,14% menjadi Rp 16.777 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, penguatan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen risiko (risk-on) di pasar global. 

“Rupiah menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-on oleh berita kesepakatan tarif antara AS dengan India,” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,16% ke Rp 16.772 per Dolar AS pada Selasa (3/2) Siang

Selain faktor eksternal, sentimen domestik turut memberikan dukungan. Meredanya tekanan di pasar saham domestik, yang ditandai dengan kembalinya aksi net buy investor asing di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), ikut menopang pergerakan rupiah.

Meski demikian, Lukman mengingatkan bahwa penguatan rupiah belum cukup kuat untuk bertahan lama. 

Untuk perdagangan Rabu (4/2/2026), Lukman bilang belum ada katalis yang dapat menyokong pergerakan rupiah secara signifikan.

Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,20% ke Rp 16.764 per Dolar AS pada Selasa (3/2/2026) Pagi

“Tidak ada data ekonomi penting hingga besok. Posisi rupiah masih fragile dan penguatan ini diperkirakan tidak akan bertahan lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dalam beberapa hari ke depan, seperti pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal IV Indonesia serta data tenaga kerja Non-Farm Payrolls (NFP) AS.

Untuk perdagangan Rabu, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak terbatas dengan kecenderungan fluktuatif di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Masih Rawan Tertekan, Dibayangi Penguatan Dolar AS

Selanjutnya: Spanyol Larang Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Wajib Verifikasi Usia

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (4/2) Jabodetabek Hujan Sangat Lebat di Sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×