kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Rupiah Menguat ke Rp 18.082 Usai Pemilu Sela AS, Ini Proyeksi untuk Jumat (6/11)


Kamis, 05 November 2026 / 17:01 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 18.082 Usai Pemilu Sela AS, Ini Proyeksi untuk Jumat (6/11)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah bergerak menguat tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Mata uang Garuda terangkat sentimen risk-on di pasar finansial, baik dari faktor domestik maupun global.

Melansir Bloomberg, Kamis (5/11/2026), rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,47% atau 86 poin ke level Rp 18.082 per dolar AS. Posisi ini berbalik menguat dari penutupan hari sebelumnya di level Rp 18.168 per dolar AS.

Penguatan juga terjadi pada rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI). Rupiah JISDOR tercatat menguat 0,25% secara harian menjadi Rp 18.094 per dolar AS pada Kamis (5/11/2026), dari posisi Rp 18.140 per dolar AS pada Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Ketidakpastian Masih Tinggi, Investor Perlu Cermat Memilih Instrumen Investasi

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-on yang kuat di pasar. Pasar merespons positif penurunan besar pada harga minyak mentah dunia seiring munculnya harapan perdamaian di Timur Tengah, pasca-Partai Demokrat AS memenangkan mayoritas di Kongres dan Senat.

"Data PDB kuartal III-2026 Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan juga ikut mendukung rupiah," ujar Lukman kepada KONTAN, Kamis (5/11/2026).

Untuk perdagangan Jumat (6/11/2026), Lukman memproyeksikan pergerakan investor masih akan terus didikte oleh sentimen pasca-pemilu sela (midterm elections) AS terkait dampaknya terhadap harga minyak dunia.

Selain itu, Lukman menilai pelaku pasar juga cenderung menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. "Investor juga menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS besok," ungkap Lukman.

Dengan mempertimbangkan dinamika sentimen pemilu AS, harga minyak mentah, rilis data PDB domestik, serta antisipasi data NFP AS tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp 18.000–Rp 18.050 per dolar AS pada perdagangan Jumat (6/11/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×