kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Rupiah Melemah ke Rp 18.160, Dolar AS Masih Perkasa


Selasa, 03 November 2026 / 16:05 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 18.160, Dolar AS Masih Perkasa
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari kuatnya dolar AS.

Melansir Bloomberg, Selasa (3/11/2026), rupiah spot ditutup melemah tipis 0,02% ke level Rp 18.160 per dolar AS. Alhasil, rupiah melemah tipis 0,02% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 18.156 per dolar AS.

Tetapi, penguatan justru terjadi pada kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). Rupiah Jisdor hari ini tercatat menguat 0,07% secara harian menjadi Rp 18.148 per dolar AS, dari penutupan kemarin Rp 18.161 per dolar AS.

Analis mata uang dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, mengatakan pelemahan rupiah di pasar spot masih dipengaruhi oleh kuatnya indeks dolar AS (DXY) di tengah sikap hati-hati pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Baca Juga: Premi Risiko Indonesia Membengkak, Isu MSCI dan Fiskal Jadi Sorotan

Memang, indeks dolar AS pada hari ini parkir di level 101,75. Nilai tersebut menguat 3,5% Ytd.

Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap mata uang negara-negara Asia, termasuk rupiah. Apalagi, ketidakpastian di pasar global turut mendorong investor untuk lebih selektif dalam menempatkan dana pada aset berisiko.

“Selain itu, tekanan likuiditas global serta aksi wait and see pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi penting membuat permintaan terhadap aset berisiko cenderung melambat, sementara dolar AS kembali diburu sebagai aset safe haven jangka pendek,” ujar Wahyu kepada Kontan, Selasa (3/11/2026).

Ke depan Wahyu memperkirakan, pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu (4/11) masih berpotensi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah. Ruang penguatan rupiah dinilai relatif terbatas selama indeks dolar AS masih bertahan kuat dan sentimen pasar global belum membaik.

Menurutnya, arah pergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada perkembangan data ekonomi global serta dinamika aliran modal asing (capital flows) ke pasar keuangan domestik.

Dari sisi teknikal, rupiah juga masih menunjukkan volatilitas yang tinggi setelah kembali menguji area resistensi di atas Rp 18.150 per dolar AS. Kondisi ini mengindikasikan tekanan pelemahan dalam jangka pendek belum sepenuhnya mereda.

Untuk perdagangan Rabu (4/11), Wahyu memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang support Rp 18.050 hingga Rp 18.100 per dolar AS. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di kisaran Rp 18.180 hingga Rp 18.220 per dolar AS.

Baca Juga: Austindo Nusantara (ANJT) Buka Suara Soal Surat dari Singapura ke First Resources

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×