kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Rupiah Menguat Hari Ini, Cek Sentimen dan Proyeksi Jumat (30/10)


Kamis, 29 Oktober 2026 / 16:19 WIB
Rupiah Menguat Hari Ini, Cek Sentimen dan Proyeksi Jumat (30/10)
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berhasil mencatatkan penguatan berkat respons positif pasar terhadap keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) serta efektivitas langkah stabilisasi moneter domestik.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (29/10/2026), rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 18.137 per dolar AS atau menguat 0,26%, sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan rupiah terapresiasi 0,30% ke posisi Rp 18.128 per dolar AS dari hari sebelumnya yang berada di angka Rp 18.183 per dolar AS.

Ekonom Universitas Airlangga Rahma Gafmi menjelaskan bahwa penguatan mata uang Garuda pada hari ini, Kamis (29/10/2026), ditopang oleh keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) menahan suku bunga acuan, yang secara instan meredakan tekanan dolar AS dan memberikan ruang napas jangka pendek bagi pasar keuangan regional.

Selain itu, konsistensi Bank Indonesia (BI) melalui bauran instrumen intervensi valas juga terbukti efektif menjaga stabilitas kurs dari fluktuasi harga energi, kendati pergerakan rupiah sebenarnya masih dibayangi oleh sentimen negatif aksi jual bersih investor asing di pasar ekuitas dan penyesuaian indeks portofolio MSCI.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,26% ke Rp 18.137 per Dolar AS, Kamis (29/10/2026)

Menatap perdagangan Jumat (30/10/2026), arah pergerakan rupiah akan kembali dipengaruhi oleh adu kuat antara dinamika makroekonomi global dan indikator fundamental dalam negeri.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar global tidak sekadar berfokus pada suku bunga The Fed di level 3,75%–4,00%, tetapi juga menanti petunjuk lanjutan (forward guidance) mengenai arah inflasi AS yang akan menjadi penentu utama laju indeks dolar AS (DXY).

"Pergerakan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat terus dicermati pelaku pasar untuk melihat potensi capital outflow atau inflow dari pasar keuangan domestik (SBN dan saham)," ungkap Rahma kepada Kontan, Kamis (29/10/2026).

Tingginya harga minyak mentah dunia berpotensi memberikan tekanan tersendiri terhadap neraca perdagangan serta meningkatkan kebutuhan valas bagi korporasi energi nasional.

Di sisi domestik, investor menyoroti efektivitas triple intervention BI (di pasar spot, DNDF, dan SBN) untuk menjaga rupiah dalam koridor fundamentalnya, terutama saat kurs berfluktuasi mendekati kisaran level psikologis.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Arus Modal Asing, Ekonom Prediksi Bisa ke Rp 18.500

Ketahanan indikator makro seperti pertumbuhan kredit di segmen investasi dan modal kerja yang masih solid di tengah pelemahan daya beli kelas menengah juga menjadi bahan evaluasi penting bagi investor.

"Menjelang akhir bulan Oktober 2026, aksi korporasi serta penyesuaian portofolio (rebalancing) oleh investor institusional domestik maupun asing turut mewarnai volume transaksi harian di pasar valas," tambah Rahma.

Secara teknikal, melihat dinamika pasar yang sangat volatil dan arah likuiditas di akhir pekan, Rahma memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung terkonsolidasi pada perdagangan Jumat (30/10/2026).

Rentang pergerakan rupiah esok hari diprediksi akan berada di kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.230 per dolar AS, dengan sangat bergantung pada respons pasar terhadap sentimen pasca keputusan The Fed serta keberlanjutan langkah intervensi ganda dari Bank Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 18.170 Per Dolar AS Hari Ini (29/10), Asia Perkasa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×