kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.091   -98,00   -0,54%
  • IDX 5.029   109,22   2,22%
  • KOMPAS100 649   16,82   2,66%
  • LQ45 514   12,88   2,57%
  • ISSI 166   2,79   1,71%
  • IDX30 289   6,42   2,27%
  • IDXHIDIV20 389   6,55   1,71%
  • IDX80 75   1,90   2,61%
  • IDXV30 108   1,50   1,41%
  • IDXQ30 97   2,19   2,30%

Garuda Indonesia (GIAA) Siapkan Rights Issue III, Inbreng 65,77% Saham GMFI


Kamis, 05 November 2026 / 13:27 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) Siapkan Rights Issue III, Inbreng 65,77% Saham GMFI
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia (Dok/GIAA)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyiapkan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue III. Dalam aksi korporasi ini, Garuda akan menerima penyertaan modal non-tunai atau inbreng berupa 82,1 miliar saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) dari PT Danantara Aset Management (DAM).

Mengutip keterbukaan informasi yang dikutip pada Kamis (5/11/2026), saham GMFI yang akan diinbrengkan tersebut setara dengan 65,77% dari modal ditempatkan dan disetor GMFI. Nilai penyertaan saham itu mencapai Rp 5,66 triliun.

Untuk melaksanakan rights issue III, Garuda berencana menerbitkan maksimal 248,71 miliar saham Seri E dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Harga pelaksanaan diperkirakan berada di kisaran Rp 58 hingga Rp 68 per saham. Harga final akan ditetapkan dalam prospektus setelah perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) Buyback Saham, Cek Anggaran yang Disiapkan

Dalam skema transaksi ini, DAM akan melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan menyetorkan saham GMFI sebagai modal non-tunai. Sementara itu, pemegang saham lainnya, termasuk publik, dapat melaksanakan haknya melalui setoran tunai.

Pengalihan saham GMFI kepada DAM telah rampung pada 2 November 2026. Sebelumnya, saham tersebut dialihkan dari PT Angkasa Pura Indonesia kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), kemudian diteruskan kepada DAM.

Rights issue III ini merupakan bagian dari restrukturisasi dan penyehatan keuangan Garuda Indonesia Group periode 2025-2029 yang telah memperoleh persetujuan Menteri BUMN pada Juni 2025.

Garuda menyatakan transaksi tersebut diharapkan memperkuat kepentingan ekonomi perusahaan terhadap GMFI sekaligus meningkatkan sinergi bisnis penerbangan dengan layanan perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO). Penambahan kepemilikan juga diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset dan memperbaiki posisi ekuitas tersendiri atau standalone Garuda.

Meski demikian, pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 37,92%.

Dari sisi penggunaan dana, setoran non-tunai DAM tidak menghasilkan tambahan kas bagi Garuda. Tambahan kas dan modal kerja perusahaan akan bergantung pada partisipasi pemegang saham lain yang melaksanakan HMETD melalui setoran tunai.

Dana tunai yang terkumpul setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk mendukung program transformasi, antara lain peremajaan kabin pesawat (cabin refreshment), penyediaan konektivitas dalam penerbangan (inflight connectivity), peningkatan fasilitas ruang tunggu (lounge enhancement), serta pengecatan ulang pesawat (aircraft painting). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan, dan kesiapan armada.

Baca Juga: Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Kantongi Marketing Sales Rp 3 Triliun di Kuartal III

Garuda juga menjelaskan bahwa GMFI telah berada dalam pengendalian dan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan perusahaan sebelum transaksi inbreng. Dengan demikian, penambahan kepemilikan ini tidak membuat Garuda kembali mengakui seluruh aset dan liabilitas GMFI. Dampak utama terhadap laporan keuangan konsolidasian berupa perubahan komposisi ekuitas, termasuk penurunan porsi kepentingan nonpengendali.

Adapun berdasarkan penilaian independen KJPP Areyanti Zainab dan Rekan dengan tanggal penilaian 30 Juni 2026, nilai pasar saham GMFI tercatat sebesar US$ 484,39 juta atau setara Rp 8,61 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai saham yang akan diinbrengkan kepada Garuda, yakni Rp 5,66 triliun.

Penilaian independen tersebut menggunakan pendekatan pasar dan pendekatan pendapatan. Garuda menyatakan transaksi akan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip kewajaran atau arm's length sesuai ketentuan yang berlaku.

Garuda Indonesia akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×