kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Rupiah Melemah ke Rp 18.109 per Dolar AS, Sentimen Hukum dan Geopolitik Jadi Sorotan


Senin, 13 Juli 2026 / 20:00 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 18.109 per Dolar AS, Sentimen Hukum dan Geopolitik Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Senin (13/7/2026). (AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Senin (13/7/2026). Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot tercatat melemah 0,24% secara harian ke level Rp 18.109 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah juga mengalami pelemahan sebesar 0,34% dibandingkan hari sebelumnya menjadi Rp 18.131 per dolar AS.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar merespons negatif dugaan kasus korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Menurutnya, negara dengan sistem hukum yang buruk cenderung menghadapi hambatan dalam menjaga kinerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Oleh karena itu, sasaran pertumbuhan menuju 8% sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini,” ucap Ibrahim, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Eagle High Plantations (BWPT) Lunasi Sukuk Rp 38,29 Miliar, Simak Prospeknya

Ibrahim menilai, persoalan hukum yang terjadi saat ini berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Pasalnya, kepastian hukum sebagai bagian dari lingkungan bisnis memiliki pengaruh besar terhadap perilaku ekonomi, efisiensi, investasi, hingga inovasi.

Ia menjelaskan, lemahnya penegakan hukum dapat mengurangi kepercayaan pelaku usaha dan investor. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menekan aktivitas ekonomi dan memperlambat laju pertumbuhan.

Selain sentimen domestik, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Selasa (14/7/2026) juga akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas. Eskalasi konflik di kawasan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Untuk perdagangan besok Selasa (14/7/2026), Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif. Namun, mata uang Garuda diperkirakan ditutup melemah di kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.150 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×