kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.161   74,00   0,41%
  • IDX 5.931   6,48   0,11%
  • KOMPAS100 771   -0,03   0,00%
  • LQ45 589   -0,41   -0,07%
  • ISSI 205   1,12   0,55%
  • IDX30 333   -0,29   -0,09%
  • IDXHIDIV20 413   -0,43   -0,10%
  • IDX80 88   0,08   0,09%
  • IDXV30 112   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 107   -0,24   -0,23%

Masuk Tjokro Group, GPSO Siap Genjot Bisnis Baru di Industri Mesin Begini Prospeknya


Senin, 13 Juli 2026 / 11:22 WIB
Masuk Tjokro Group, GPSO Siap Genjot Bisnis Baru di Industri Mesin Begini Prospeknya
ILUSTRASI. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) (Dok/GPSO)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) memastikan proses transformasi bisnis pasca masuk ke dalam ekosistem Tjokro Group terus berjalan. Saat ini, sejumlah aksi korporasi lanjutan masih berada dalam tahap kajian (due diligence).

Sebelumnya, GPSO menghimpun dana Rp 28,46 miliar melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement. Saham baru diterbitkan sebanyak 66,67 juta saham dengan harga Rp 427 per saham. 

Transformasi tersebut menjadi bagian dari rencana restrukturisasi pasca perubahan pengendali kepada PT PIMSF Pulogadung. Entitas tersebut merupakan bagian dari Tjokro Group yang kini menjadi pemegang saham pengendali GPSO.

Baca Juga: Okupansi Mal Hampir Penuh, Saham Pakuwon (PWON) Diproyeksi Masih Punya Ruang Naik

"GPSO akan bertransformasi masuk ke industri baru yang sangat strategis, yaitu bidang komponen mekanikal dan permesinan atau machining," tulis manajemen GPSO dalam jawaban kepada Bursa Efek Indonesia.

Menurut manajemen, ekspansi tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat rantai pasok industri mekanikal terpadu. GPSO juga membidik peluang pasar baru melalui sinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group. 

Saat ini, sejumlah aksi korporasi lanjutan masih berada dalam tahap kajian atau due diligence. GPSO menyatakan seluruh proses akan dijalankan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan usaha serta kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

Di sisi pasar modal, jumlah pemegang saham GPSO meningkat menjadi 4.470 SID pada akhir Juni 2026. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang tercatat sebanyak 4.427 SID. 

GPSO juga mencatat porsi kepemilikan saham publik atau free float sebesar 56,61%. Dus, saham GPSO tidak masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) Bursa Efek Indonesia. 

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana bilang pergerakan saham GPSO masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami akumulasi. Investor dinilai masih mencermati realisasi transformasi bisnis perusahaan. 

Baca Juga: Amman Mineral (AMMN) Dikabarkan Jajaki Rencana Listing Saham di Bursa Hong Kong

"Untuk jangka pendek, pelaku pasar dapat mencermati area support di kisaran Rp 268 hingga Rp 276 dan resistance pada level Rp 300 hingga Rp 316," katanya, Senin (13/7).

Menurut Herditya, peluang penguatan saham GPSO masih terbuka apabila mampu bertahan di atas area support. Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada realisasi aksi korporasi dan sentimen pasar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×