kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Eagle High Plantations (BWPT) Lunasi Sukuk Rp 38,29 Miliar, Simak Prospeknya


Senin, 13 Juli 2026 / 19:51 WIB
Eagle High Plantations (BWPT) Lunasi Sukuk Rp 38,29 Miliar, Simak Prospeknya
ILUSTRASI. Perkebunan anak usaha PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) (Dok/BWPT)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dinilai masih positif pasca melunasi surat utang Rp 38,29 miliar.

Pada tanggal 13 Juli 2026, BWPT telah melakukan pelunasan pokok dan bagi hasil ke-4 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap I Tahun 2025 Seri A sebesar Rp38.299.922.881 melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Direktur BWPT, Choong Kam Loong mengatakan, pelunasan tersebut dilakukan pada tanggal 13 Juli 2026 dikarenakan tanggal jatuh tempo 12 Juli 2026 merupakan hari libur.

“Dengan dilakukan pelunasan/pembayaran Pokok dan Bagi Hasil ke-4 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap I Tahun 2025 Seri A, maka seluruh kewajiban Perseroan atas efek tersebut telah berakhir,” katanya dalam keterbukaan informasi tanggal 13 Juli 2026.

Baca Juga: Klasemen Market Cap BEI Bergeser, BBCA Kembali Teratas, DCII Menyalip BREN

Melvina, Head Investor Relation BWPT mengatakan, perseroan telah melakukan pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A menggunakan kas internal Perseroan. 

Per 31 Maret 2026, posisi kas dan setara kas BPWT sebesar Rp297,1 miliar, sehingga memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban tersebut. 

“Perseroan berkomitmen menjaga arus kas yang stabil melalui peningkatan kinerja operasional, pengelolaan arus kas dan modal kerja secara disiplin, serta menerapkan strategi pengelolaan liabilitas secara prudent,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Melvina bilang, BWPT tak lagi mempunyai surat utang yang jatuh tempo pada semester II 2026.

Untuk rencana penerbitan surat utang pada sisa tahun 2026, BWPT pun secara aktif mencermati dinamika pasar obligasi dan sukuk korporasi, serta menyesuaikan dengan kebutuhan operasional perseroan. 

“Mengingat BWPT telah memperoleh persetujuan penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi dan Sukuk Mudharabah dengan target dana hingga Rp2,5 triliun, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan penerbitan tahap berikutnya apabila kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan mendukung,” katanya.

Research Associate Panin Sekuritas Panin Sekuritas Luthfi Novardiansyah menilai, struktur permodalan BWPT saat ini masih relatif cukup tinggi, terlihat dari besarnya pendanaan berbasis utang berbunga yang meningkatkan beban keuangan perseroan.

Pada kuartal I2026, net gearing perseroan berada di level 1,36x, lebih tinggi dibandingkan dengan peersnya dengan rata rata di bawah 1,0x. 

“Hal ini berpotensi memberikan ruang fleksibilitas keuangan yang lebih terbatas, seiring tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi saat ini,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Junior Analyst Kiwoom Sekuritas Kevin Yudha Pratama mengatakan, pelunasan sukuk sebesar Rp38,29 miliar bisa menjadi sinyal positif untuk kinerja BWPT, karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya secara tepat waktu. 

Prospek BWPT juga masih cukup terjaga, didukung arus kas operasi yang positif, perbaikan laba, dan peringkat kredit yang stabil. Namun, kondisi keuangannya belum sepenuhnya longgar karena likuiditas jangka pendek masih ketat, leverage relatif tinggi, dan perusahaan masih bergantung pada refinancing. 

“Oleh karena itu, kesehatan BWPT ke depan akan cukup ditentukan oleh keberlanjutan harga dan produksi CPO, disiplin pengelolaan utang, serta penggunaan dana divestasi untuk memperkuat posisi kas,” ujarnya kepada Kontan, Senin.

Luthfi berpandangan, program biodiesel B50 menjadi katalis positif untuk perseroan seiring kebutuhan FAME yang meningkat menjadi 16,7 – 18 juta kiloliter dari yang sebelumnya berkisar 14,9 juta kiloliter. 

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Melikuidasi Anak Usaha, Simak Detailnya

Selain itu, kehadiran Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak memberikan dampak kepada perseroan, seiring eksposur atas penjualan CPO dan turunannya sepenuhnya ke pasar domestik 100%. 

“Di sisi lain, sentimen yang patut dicermati yaitu fenomena iklim El Nino pada semester II 2026 yang berpotensi menekan produktivitas kebun akibat kondisi cuaca yang lebih kering,” paparnya.

Senada, Kevin melihat, sentimen positif BWPT di sisa 2026 bisa berasal dari potensi penguatan harga CPO, peningkatan produksi dan produktivitas kebun, dan juga pelaksanaan program B50 yang dapat menambah serapan CPO domestik. 

Program B50 bisa menjadi katalis positif, tetapi dampaknya ke BWPT lebih bersifat tidak langsung, karena BWPT lebih banyak beroperasi di segmen hulu. 

Sementara itu, risiko untuk kinerja BWPT berasal dari pelemahan harga CPO, tekanan biaya produksi, faktor cuaca, dan juga beban utang yang masih relatif tinggi. 

“Kehadiran DSI juga diperkirakan tidak terlalu menghambat kinerja BWPT secara langsung karena BWPT lebih berfokus pada pasar domestik,” katanya.

Kevin merekomendasikan trading buy untuk BWPT dengan target harga Rp 83 per saham.

Baca Juga: Rotasi Sentimen AI dan Aturan Modal Jadi Daya Tarik Reksadana Saham Dolar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×