kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Rupiah Masih Berpeluang Menguat, Meski Pergerakan Masih Terbatas


Minggu, 11 Januari 2026 / 22:32 WIB
Rupiah Masih Berpeluang Menguat, Meski Pergerakan Masih Terbatas
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek nilai tukar rupiah sepanjang 2026 dinilai masih memiliki ruang untuk menguat, meski pergerakannya saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi domestik yang relatif solid.

Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan, secara teori rupiah seharusnya berada dalam tren penguatan, didukung oleh neraca perdagangan yang konsisten surplus dan derasnya arus modal asing ke pasar keuangan domestik.

“Kalau kita lihat prospek rupiah untuk tahun ini, sebenarnya ada ruang untuk menguat. Tren neraca dagang masih surplus dan dari pasar keuangan juga inflow cukup besar, baik ke pasar saham maupun ke pasar surat utang negara,” ujar Myrdal kepada Kontan.co.id, Jumat malam (9/1/2026).

Baca Juga: Harga Bitcoin dan Ethereum Masih Sideways, Investor Tunggu Likuiditas Baru

Selain itu, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menunjukkan penyerapan dana investor yang solid.

Minat investor asing terhadap aset keuangan domestik pun tetap tinggi, sementara data current account kuartal III yang positif turut mendukung penguatan rupiah.

Meski demikian, pergerakan rupiah saat ini cenderung kontradiktif dibanding kondisi fundamental.

Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya permintaan dolar AS dari dalam negeri, baik untuk pembayaran impor, kebutuhan musiman menjelang puasa dan Lebaran, maupun pembayaran pokok dan bunga utang.

Selain itu, dana hasil ekspor atau surplus neraca perdagangan belum sepenuhnya kembali ke dalam negeri, dan pembayaran utang luar negeri oleh korporasi atau lembaga domestik ke bank luar negeri turut menahan laju penguatan rupiah.

Myrdal menambahkan, meski tensi geopolitik global cukup tinggi, dampaknya terhadap pasar keuangan domestik relatif terbatas, tercermin dari kondisi pasar saham dan surat utang negara yang masih stabil.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Analis Ingatkan Investor Disiplin Kelola Risiko

Untuk ke depan, rupiah masih berpeluang menguat meski terbatas. Dengan cadangan devisa Indonesia yang besar, sekitar US$ 156,5 miliar, Bank Indonesia dinilai memiliki amunisi cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

“Kalau outlook, level Rp 17.000 per dolar AS rasanya belum tercapai dalam waktu dekat. Paling tinggi masih di bawah Rp 16.900, dan kemungkinan masih bergerak dulu di kisaran Rp 16.800-an,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×