kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah Betah Melemah ke Rp 16.569 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (24/3)


Senin, 24 Maret 2025 / 12:10 WIB
Rupiah Betah Melemah ke Rp 16.569 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (24/3)
ILUSTRASI. Senin (24/3), rupiah di pasar spot melemah 0,4% ke Rp 16.569 per dolar AS dan jadi mata uang dengan koreksi terbesar di Asia


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot masih terus melemah pada perdagangan tengah hari ini. Senin (24/3), rupiah berada di level Rp 16.569 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah melemah 0,4% dibanding penutupan Jumat (21/3) yang berada di level Rp 16.502 per dolar AS. Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia.

Hingga pukul 12.00 WIB, hampir seluruh mata uang di Asia melemah. Di mana, ringgit Malaysia berada satu level lebih baik dari rupiah setelah turun 0,37%.

Selanjutnya, yen Jepang anjlok 0,31% dan dolar Singapura yang ambles 0,19%. Diikuti, won Korea Selatan yang merosot 0,16%.

Baca Juga: Rupiah Spot Terus Melemah ke Rp 16.590 Per Dolar AS, Makin Dekat ke Level Terburuknya

Berikutnya, yuan China yang koreksi 0,1% di tengah hari ini. Lalu ada dolar Taiwan yang terlihat terdepresiasi 0,07%.

Disusul, baht Thailand dan peso Filipina yang sama-sama turun 0,04%. Kemudian ada dolar Hongkong yang terlihat melemah tipis 0,01%.

Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menguat 0,009% terhadap the greenback

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×