kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.900   18,00   0,10%
  • IDX 6.289   -84,45   -1,32%
  • KOMPAS100 822   -14,08   -1,69%
  • LQ45 625   -9,23   -1,46%
  • ISSI 217   -2,83   -1,28%
  • IDX30 349   -5,07   -1,43%
  • IDXHIDIV20 425   -4,25   -0,99%
  • IDX80 94   -1,56   -1,63%
  • IDXV30 117   -1,01   -0,85%
  • IDXQ30 111   -1,31   -1,17%

GoTo Dihapus dari Indeks MSCI Indonesia Akhir Agustus 2026


Kamis, 13 Agustus 2026 / 09:20 WIB
GoTo Dihapus dari Indeks MSCI Indonesia Akhir Agustus 2026
ILUSTRASI. GOTO menghadapi tekanan baru setelah MSCI memutuskan menghapus perusahaan tersebut dari indeks MSCI Indonesia akhir Agustus 2026 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menghadapi tekanan baru setelah penyedia indeks global MSCI memutuskan menghapus perusahaan tersebut dari indeks MSCI Indonesia pada akhir Agustus 2026.

Keputusan itu menjadi pukulan tambahan bagi pasar saham Indonesia, terutama setelah saham GoTo mengalami penurunan nilai kapitalisasi pasar secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

GoTo, yang pernah memiliki valuasi sekitar US$29 miliar dan menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di Indonesia, kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$3,2 miliar. Saham GOTO juga telah bertahan di level Rp50 per saham sejak pertengahan Mei.

Level Rp50 merupakan harga perdagangan minimum di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi tersebut turut membuat likuiditas perdagangan saham GoTo menjadi perhatian penyedia indeks.

Pada akhir Mei, MSCI membekukan perubahan terhadap posisi GoTo dalam indeksnya. Langkah tersebut dilakukan karena kekhawatiran bahwa rendahnya likuiditas saham GOTO dapat menyulitkan investor yang mengikuti indeks untuk memperdagangkan saham dalam jumlah yang cukup besar.

Baca Juga: IHSG Dibuka Turun ke 6.344, Top Losers LQ45: ESSA, CUAN, CPIN, Kamis (13/8)

Sebelumnya, FTSE Russell juga mengeluarkan GoTo dari indeks globalnya atau Global Equity Index Series (GEIS) untuk kategori saham berkapitalisasi menengah pada Juni 2026.

Keputusan FTSE Russell tersebut terjadi setelah saham GoTo tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia. Papan tersebut tidak memenuhi kriteria kelayakan FTSE Russell untuk masuk dalam GEIS.

Menanggapi keputusan MSCI, GoTo menyatakan penghapusan tersebut berkaitan dengan aspek teknis perdagangan saham dan bukan mencerminkan kinerja bisnis perusahaan.

"Keputusan tersebut bersifat teknis. Keputusan ini terjadi karena saham kami berada di harga batas bawah Rp50, di mana volume perdagangan rendah – bukan akibat dari kinerja bisnis," kata GoTo dalam tanggapan melalui surat elektronik kepada Reuters.

GoTo juga menyatakan akan terus berkomunikasi dengan MSCI terkait perkembangan saham perusahaan.

"Keputusan indeks ditinjau secara berkala, dan kami akan tetap berdialog secara aktif dengan MSCI," ujar GoTo.

Baca Juga: BMRI & TLKM Teratas, Intip Saham yang Banyak Dijual Asing Saat IHSG Melonjak Kemarin

MSCI dalam tinjauan indeks Agustus menambahkan 55 perusahaan ke dalam MSCI All Country World Index (ACWI). Pada saat yang sama, sebanyak 92 perusahaan dikeluarkan dari indeks tersebut.

Penghapusan GoTo dari indeks MSCI Indonesia berpotensi menjadi perhatian bagi investor institusi yang menggunakan indeks sebagai acuan investasi. Perubahan komposisi indeks dapat memengaruhi kebutuhan penyesuaian portofolio oleh investor yang mengikuti indeks tersebut.

Bagi GoTo, keputusan MSCI menambah daftar tantangan yang dihadapi saham perusahaan di pasar modal. Sebelumnya, penghapusan dari indeks FTSE Russell juga terjadi setelah perubahan papan pencatatan saham GoTo di BEI.

Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa keputusan MSCI tersebut tidak berkaitan dengan kinerja operasional maupun fundamental bisnis GoTo, melainkan kondisi teknis perdagangan saham dan tingkat likuiditasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×