kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.894   12,00   0,07%
  • IDX 6.288   -85,38   -1,34%
  • KOMPAS100 821   -14,50   -1,74%
  • LQ45 625   -8,53   -1,35%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 350   -4,39   -1,24%
  • IDXHIDIV20 426   -3,39   -0,79%
  • IDX80 94   -1,57   -1,65%
  • IDXV30 117   -1,27   -1,08%
  • IDXQ30 111   -1,01   -0,90%

GOTO Keluar dari MSCI, tetapi Masih Bertahan di Indeks Utama BEI


Kamis, 13 Agustus 2026 / 14:37 WIB
GOTO Keluar dari MSCI, tetapi Masih Bertahan di Indeks Utama BEI
ILUSTRASI. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi keluar dari MSCI Global Standard Indexes, tetapi masih tercatat dalam sejumlah indeks utama BEI (GoTo/KILAS)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi keluar dari MSCI Global Standard Indexes, tetapi masih tercatat dalam sejumlah indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seperti diketahui, MSCI resmi mengumumkan hasil August Index Review 2026 pada 12 Agustus 2026, dengan perubahan terhadap GOTO akan berlaku efektif mulai penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyebut GOTO dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes bersama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Namun, CPIN akan masuk ke MSCI Global Small Cap Indexes.

MSCI menyebut keputusan terhadap GOTO berkaitan dengan potensi masalah replikasi indeks akibat likuiditas saham yang sangat rendah. Kondisi tersebut terjadi setelah GOTO diperdagangkan pada harga minimum Rp 50 sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.

Meski keluar dari indeks MSCI, GOTO masih tercatat sebagai konstituen sejumlah indeks utama BEI, yakni indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. Selain itu, GOTO juga masuk dalam indeks KOMPAS100.

Baca Juga: Review MSCI Indonesia Agustus 2026 Cerminkan Masalah Kualitas Likuiditas

Adapun pemilihan konstituen indeks-indeks tersebut menggunakan sejumlah kriteria kuantitatif dan kualitatif. Beberapa di antaranya mencakup likuiditas transaksi pasar reguler, kapitalisasi pasar free float, kinerja keuangan, dan kepatuhan.

Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menjelaskan penilaian likuiditas untuk evaluasi indeks utama tidak hanya mengacu pada aktivitas perdagangan satu hingga dua bulan terakhir.

“Likuiditasnya tidak dihitung cuma sebulan-dua bulan. Seperti dalam rata-rata enam atau 12 bulan terakhir sebelum evaluasi,” kata Irvan saat ditemui di Gedung BEI belum lama ini.

Dengan periode pengukuran tersebut, saham yang sebelumnya memiliki aktivitas perdagangan tinggi masih berpeluang memenuhi kriteria indeks meski likuiditasnya mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

Irvan mengibaratkan mekanisme tersebut dengan rata-rata nilai transaksi harian BEI secara keseluruhan. Menurut dia, rata-rata nilai transaksi harian secara year to date masih berada di kisaran Rp 22 triliun.

Baca Juga: IHSG Ambruk 1,18% ke 6.298 Sesi I, Top Losers LQ45: ESSA, MBMA, CUAN, Kamis (13/8)

Tingginya rata-rata tersebut salah satunya ditopang aktivitas perdagangan pada awal tahun. Meskipun nilai transaksi harian setelah pertengahan Maret tidak lagi mencapai Rp 30 triliun, rata-rata tahunan masih relatif tinggi.

Menurut Irvan, kondisi serupa dapat terjadi pada saham GOTO. Aktivitas perdagangan yang sebelumnya cukup tinggi membuat likuiditas rata-rata GOTO masih dapat memenuhi persyaratan untuk bertahan dalam sejumlah indeks utama BEI.

“Menurut saya, sih, GOTO sama. Jadi dia masih cukup likuid di bulan-bulan sebelumnya sehingga masih cukup memenuhi syarat,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×