kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rupiah Berpotensi Lanjut Menguat pada Selasa (2/5), Investor Menanti Data Inflasi


Senin, 01 Mei 2023 / 15:07 WIB
Rupiah Berpotensi Lanjut Menguat pada Selasa (2/5), Investor Menanti Data Inflasi
ILUSTRASI. Rupiah diproyeksi menguat


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi lanjut menguat pada perdagangan Selasa (2/5). Asal tahu saja, sepanjang pekan lalu, rupiah tampil perkasa setelah ditutup di level Rp 14.674 per dolar AS pada Jumat (28/4).

Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah didukung oleh kuatnya permintaan Surat Berharga Negara (SBN).

Di samping, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Indonesia bulan April 2023 pada esok hari. Inflasi Indonesia diperkirakan akan kembali melambat sehingga bakal mendukung rupiah.

Akan tetapi, penguatan rupiah kemungkinan akan terbatas. "Investor cenderung wait and see di tengah padatnya rilis data ekonomi dalam negeri maupun luar negeri serta pertemuan bank sentral utama dunia," tutur Lukman saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (1/5).

Sementara itu, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo melihat, rupiah akan cenderung mendatar dan stabil pada Selasa (2/5). Pasar akan memperhatikan laporan suku bunga dari bank sentral AS serta laporan pekerjaan yang menjadi indikator penting bagi kesehatan ekonomi Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Ditutup di Level Rp 14.674 Per Dolar AS, Rupiah Melonjak 2,01% dalam Sepekan

Sementara dari dalam negeri, pasar akan melihat rilis data inflasi April 2023 dan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023. Menurut Sutopo, tingkat inflasi Indonesia April 2023 kemungkinan memanas karena pengaruh hari raya Idul Fitri.

Sebelumnya, inflasi turun ke level terendah dalam tujuh bulan, yakni sebesar 4,97% pada Maret 2023. Angka ini lebih rendah dari tingkat inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 5,47% dan di bawah konsensus pasar 5,2%.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan menurun ke 0,2% secara kuartalan pada kuartal I-2023, dari 0,36% pada kuartal IV-2022.

"Ini adalah periode pertumbuhan ketiga berturut-turut, tetapi yang terendah dalam urutan tersebut di tengah moderasi dalam investasi tetap," ucap Sutopo.

Perdagangan bersih juga memberikan kontribusi negatif. Sutopo menyampaikan, ekspor diperkirakan turun dan impor menyusut lebih cepat karena perlambatan di China, mitra dagang utama Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat ke Rp 14.674 Per Dolar AS, Terbaik Sejak Agustus 2022

Sutopo memprediksi, rupiah akan menguat dalam kisaran Rp 14.600-Rp 14.700 per dolar AS pada Selasa (2/5). Sementara Lukman memperkirakan, rupiah bakal bergerak dalam rentang Rp 14.600-Rp 14.750 per dolar AS.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,22% ke Rp 14.674 pada Jumat (28/4). Menurut kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI, nilai tukar rupiah berada di angka Rp 14.661 per dolar AS di akhir pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×