kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat pada Kamis (20/8), Ini Sentimen Pendukungnya


Kamis, 20 Agustus 2026 / 06:00 WIB
Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat pada Kamis (20/8), Ini Sentimen Pendukungnya
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat diproyeksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat diproyeksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). 

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Salah satu faktor utama yang akan menjadi perhatian pasar adalah arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). 

Menurut Lukman, pelaku pasar akan mencermati risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan menjadi salah satu katalis pergerakan rupiah.

The Fed diharapkan memberikan pernyataan yang less hawkish menyusul serangkaian data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. 

Baca Juga: Wall Street Pulih, Saham Moderna Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat

“Untuk Kamis (20/8/2026), rupiah masih berpotensi menguat, apabila dalam risalah pertemuan FOMC malam ini the Fed diharapkan memberikan pernyataan yang less hawkish menyusul serentetan data ekonomi AS yang lebih lemah akhir – akhir ini,” ucap Lukman kepada Kontan, Rabu (19/8/2026).  

Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi menambahkan sentimen geopolitik juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah besok. Para investor disebut tengah menimbang sinyal yang saling bertentangan dari Teheran dan Washington mengenai status Selat Hormuz bagi pelayaran kapal. 

Presiden AS Donald Trump bilang bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka. 

“Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Iran bahwa jalur air vital tersebut masih tertutup bagi lalu lintas pelayaran,” ucap Ibrahim. 

Sementara itu, Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit melihat pergerakan rupiah besok (20/8/2026) dipengaruhi oleh dampak keputusan BI yang mempertahankan BI-Rate di 5,75% karena pasar sebelumnya memperhatikan ruang BI untuk menjaga stabilitas rupiah. 

Baca Juga: Suku Bunga BI Tetap 5,75% pada Agustus 2026, Ini Dampaknya ke IHSG

Selain itu, “Pasar menunggu FOMC Minutes untuk melihat arah kebijakan The Fed,” ujar Geraldo. 

Lukman memproyeksikan rupiah pada perdagangan Kamis (20/8/2026) bergerak dalam kisaran Rp 17.750 – Rp 17.900 per dolar AS. 

Ibrahim memperkirakan rupiah pada Kamis (20/8/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.840 – Rp 17.900 per dolar AS. 

Sementara Geraldo memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 17.689 – Rp 17.856 per dolar AS.

Asal tahu saja, pada Rabu (19/8/2026), rupiah di pasar spot menguat 0,12% secara harian ke Rp 17.840 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,06% secara harian ke Rp 17.844 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×