kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Logam Mulia Platinum Ditopang Permintaan Industri, Begini Prospek Harganya


Minggu, 04 Oktober 2026 / 19:58 WIB
Logam Mulia Platinum Ditopang Permintaan Industri, Begini Prospek Harganya
ILUSTRASI. Komsumen menggunakan Antam Gold Machine (ATGM) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga platinum terkoreksi sepanjang September 2026. Namun, prospek logam mulia ini masih cukup positif hingga akhir tahun, seiring permintaan industri yang tetap kuat dan pasokan yang relatif ketat.

Berdasarkan data Trading Economics, harga platinum berada di level US$ 1.700 per ons troi pada penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026). Secara mingguan, harga platinum turun 4,37%, sementara dalam sebulan terakhir melemah 7,31%.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, platinum punya fundamental yang relatif kuat dibandingkan logam mulia lainnya. Kondisi pasokan menjadi salah satu penopangnya.

"Platinum punya argumen paling kuat. Harganya turun paling sedikit di September, dan pasarnya ketat," kata Sutopo kepada Kontan, Jumat (2/10/2026).

World Platinum Investment Council (WPIC) memproyeksikan pasar platinum kembali mengalami defisit pada 2026. Ini menjadi defisit untuk keempat kalinya secara berturut-turut, sementara persediaan platinum di atas tanah juga terus menipis.

Baca Juga: Defisit Pasokan Jadi Katalis, Harga Platinum Berpeluang Menguat hingga Akhir 2026

Tak hanya dari sisi pasokan, prospek platinum juga ditopang oleh permintaan industri yang masih tumbuh.

"WPIC juga memperkirakan pasar kembali defisit 283.000 ons pada semester II, dengan permintaan industri naik 5%, terutama dari kaca, listrik, dan infrastruktur AI," ujar Sutopo.

Namun, platinum bukan jadi tanpa risiko. Sutopo menyebut neraca platinum untuk keseluruhan 2026 telah direvisi menjadi surplus sekitar 265.000 ons.

Di sisi lain, Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan, platinum masih menghadapi sejumlah sentimen eksternal yang dapat memengaruhi pergerakannya hingga akhir tahun.

"Platinum Group Metals (PGM) seperti platinum dan palladium akan sangat bergantung pada dinamika permintaan sektor industri otomotif serta ketahanan rantai pasok global di tengah tekanan penguatan dolar," kata Wahyu.

Wahyu memproyeksikan harga platinum pada akhir 2026 berada di rentang US$ 1.300-US$ 2.200 per ons troi. Area US$ 1.300-US$ 1.500 menjadi level support, sedangkan harga berpeluang naik ke US$ 2.000-US$ 2.200 per ons troi.

Sementara itu, Sutopo memperkirakan harga platinum berada di kisaran US$ 1.600-US$ 1.900 per ons troi hingga akhir tahun. Support berada di US$ 1.650-US$ 1.700, sedangkan resistance di US$ 1.790-US$ 1.800 per ons troi.

Baca Juga: Prospek Emas, Perak dan Platinum hingga Akhir 2026, Mana Paling Menjanjikan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×