Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Pergerakan rupiah turut dipengaruhi sikap Bank Indonesia (BI) yang dinilai tetap menjaga fokus terhadap stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.
Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,12% secara harian ke level Rp 17.840 per dolar AS pada Rabu (19/8/2026).
Penguatan juga tercermin dalam kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI). Berdasarkan data BI, rupiah menguat 0,06% secara harian menjadi Rp 17.844 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah ditutup menguat di level Rp17.840 per dolar AS setelah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI terkesan hawkish meski mempertahankan BI-Rate di level 5,75%.
Baca Juga: Ini Daftar Kelalaian Kewajiban Wijaya Karya (WIKA) yang Bikin Saham Masih Disuspensi
“Sikap tersebut mencerminkan komitmen BI yang tetap kuat pada stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, sehingga turut memberikan sentimen positif bagi rupiah,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (19/8/2026).
Rupiah Berpotensi Kembali Menguat
Untuk perdagangan Kamis (20/8/2026), Lukman memperkirakan rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Salah satu faktor utama yang akan menjadi perhatian pasar adalah arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Menurut Lukman, pelaku pasar akan mencermati risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan menjadi salah satu katalis pergerakan rupiah.
Baca Juga: Harga Minyak Berpotensi Berbalik Bearish pada Akhir 2026
The Fed diharapkan memberikan pernyataan yang less hawkish menyusul serangkaian data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.
Apabila risalah FOMC mengindikasikan ruang pelonggaran kebijakan moneter AS, dolar AS berpotensi mengalami tekanan. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih positif.
Lukman memproyeksikan rupiah pada perdagangan Kamis (20/8/2026) bergerak dalam kisaran Rp 17.750–Rp 17.900 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














