kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Rotasi Saham Blue Chip dan Komoditas Dorong Kinerja Reksadana di Awal Tahun


Senin, 09 Maret 2026 / 20:34 WIB
Rotasi Saham Blue Chip dan Komoditas Dorong Kinerja Reksadana di Awal Tahun
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja beragam jenis reksadana mencatatkan imbal hasil positif pada awal tahun ini. 

Data Infovesta hingga 27 Februari 2026 mencatat reksadana saham mencatat return tertinggi sebesar 2,0% MoM, sementara IHSG cetak return minus 1,13% secara bulanan.

Menyusul, reksadana campuran mencatat return 1,44% MoM, sementara reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang masing-masing mencatat return 0,29% MoM. 

Baca Juga: Harga Batubara Tembus US$ 130 per Ton, Pemerintah Kendalikan Produksi Lewat RKAB

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menilai kinerja positif tersebut dipengaruhi oleh rotasi sektor di pasar saham yang turut menguntungkan portofolio reksadana.

Menurutnya, terjadi peralihan investasi dari saham konglomerasi ke saham-saham blue chip serta sektor komoditas yang memiliki bobot cukup besar dalam portofolio reksadana.

“Terjadi rotasi dari saham konglomerasi ke saham blue chip dan komoditas yang mungkin bobotnya lebih besar di reksadana dibandingkan IHSG, sehingga kinerjanya bisa lebih baik dari IHSG,” ujar Rudiyanto kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).

Hal ini juga menjelaskan mengapa kinerja reksadana saham mampu melampaui pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru mencatatkan pelemahan sebesar 1,13% MoM pada periode yang sama.

Di sisi lain, untuk reksadana berbasis obligasi seperti reksadana pendapatan tetap, pergerakannya dipengaruhi oleh dinamika suku bunga dan kondisi fiskal.

Rudiyanto menjelaskan, pengelolaan anggaran pemerintah serta meningkatnya ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik, membuat ekspektasi penurunan suku bunga menjadi tidak seoptimistis perkiraan sebelumnya.

Baca Juga: Menilik Kinerja Emiten CPO di Tengah Fluktuasi Harga Komoditas Global

“Kondisi pengelolaan anggaran mempengaruhi outlook penurunan suku bunga, ditambah situasi perang yang membuat ekspektasi penurunan suku bunga tidak seoptimistis dugaan awal,” jelasnya.

Meski demikian, Rudiyanto mengingatkan bahwa volatilitas pasar saham masih cukup tinggi. Hal ini tercermin dari pergerakan pasar pada Maret yang mulai terkoreksi mengikuti dinamika pasar global.

Menurutnya, pergerakan reksadana saham dalam waktu dekat juga berpotensi mengikuti fluktuasi pasar saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×