kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.973   -39,00   -0,22%
  • IDX 5.983   96,77   1,64%
  • KOMPAS100 791   16,03   2,07%
  • LQ45 597   10,40   1,77%
  • ISSI 205   3,67   1,83%
  • IDX30 340   5,81   1,74%
  • IDXHIDIV20 421   6,51   1,57%
  • IDX80 89   1,70   1,93%
  • IDXV30 112   1,81   1,65%
  • IDXQ30 110   1,64   1,52%

Risiko Kenaikan BI Rate Meningkat Saat Pemangkasan Suku Bunga The Fed Diramal Mundur


Senin, 10 Juni 2024 / 17:10 WIB
Risiko Kenaikan BI Rate Meningkat Saat Pemangkasan Suku Bunga The Fed Diramal Mundur
ILUSTRASI. Senin (10/6) pukul 17.06 WIB, indeks dolar menguat 0,44% ke 105,34 dari posisi akhir pekan lalu di 104,88.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diperkirakan menaikkan kembali suku bunga 25bps. Prospek kenaikan ini merupakan imbas mundurnya ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed. Senin (10/6) pukul 17.06 WIB, indeks dolar menguat 0,44% ke 105,34 dari posisi akhir pekan lalu di 104,88.

Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi mengatakan naiknya indeks dolar didorong pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang rebound. Jumat (7/10), data non-farm payrolls AS mencatat penambahan sebesar 272.000 pekerjaan melebihi perkiraan konsensus sebesar 185.000.

Dia menuturkan, data pasar tenaga kerja AS yang rebound akan mendorong the Fed menahan pemangkasan suku bunga hingga September 2024. "Ekspektasi pasar bahkan sampai November," kata Lionel kepada Kontan.co.id, Senin (10/6).

Baca Juga: Indeks Dolar Menguat, Mata Uang Ini Tetap Menarik Dicermati

Alhasil, ia menilai rupiah akan tertekan. Akibatnya, ia juga melihat risiko BI menaikkan suku bunga meningkat untuk bulan Juni-Agustus. "Meningkat 25bps menjadi 6,5%," sebutnya.

Dengan demikian, Lionel memproyeksikan rupiah akan berada di level Rp 16.500 per dolar AS pada akhir tahun nanti.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo juga berpandangan serupa. Ia melihat rupiah dalam prospek yang mengkhawatirkan.

"Mudah-mudahan saja ada pergeseran moneter dari AS karena jika tidak, pelemahan bisa saja terus terjadi hingga Rp 16.500 per dolar AS," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×