kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Reksadana campuran berpeluang bagi-bagi return di jangka menengah


Kamis, 13 Februari 2020 / 20:41 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Reksadana. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/15/09/2019


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terpaksa bukukan kinerja reksadana terburuk kedua di Januari 2020, prospek investasi reksadana campuran untuk jangka menengah dan panjang masih berpeluang positif. Meskipun diakui di awal tahun kinerja produk tersebut cenderung tertekan akibat kinerja saham yang melorot. 

Mengutip data Infovesta Utama, total assets under management (AUM) atau dana kelolaan reksadana campuran di Januari 2020 tercatat melorot 9,32% atau 2,8 triliun dari bulan sebelumnya menjadi Rp 27,28 triliun. Sedangkan untuk unit penyertaan (UP) tercatat terjun sebanyak 18,59%.

Baca Juga: Nasib reksadana campuran bergantung pada pergerakan IHSG dan virus corona

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan, lesunya kinerja reksadana campuran di Januari 2020, kemungkinan terbawa koreksi yang terjadi pada aset saham. "Itu meng-offset kinerja aset obligasi dan pasar uangnya (reksadana campuran)," kata Farash kepada Kontan, Kamis (13/2).

Meskipun begitu, untuk ke depan Avrist Asset Management belum akan mengubah komposisi atau porsi pada reksadana campuran. Di mana, saat ini alokasi aset untuk reksadana campuran terdiversifikasi 50% di saham, 30% di pendapatan tetap dan sisanya yakni 20% ditempatkan pada pasar uang.

Ke depan, produk reksadana campuran diharapkan mampu terus memberikan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan kinerja reksadana saham yang cenderung volatile. Selain itu, untuk jangka menengah dan panjang, reksadana campuran diyakini masih akan memberikan return atau imbal hasil positif.

Baca Juga: Schroder bubarkan reksadana Schroder Providence Fund, begini kronologisnya

Adapun sentimen yang menjadi perhatian ke depan masih terkait pada perkembangan isu eksternal, khususnya terkait penanganan virus corona dan pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, sentimen arah kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) juga masih menjadi perhatian, serta perkembangan perang dagang. 

"Sentimen domestik cenderung menunggu omnibus law dan foreign direct investment. Driver kinerjanya (reksadana campuran) sangat tergantung performa pasar saham dan pendapatan tetap," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×