kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Harga Minyak Turun, Pasar Pantau Perundingan AS–Rusia soal Ukraina


Senin, 11 Agustus 2025 / 10:11 WIB
Harga Minyak Turun, Pasar Pantau Perundingan AS–Rusia soal Ukraina
ILUSTRASI. Ilustrasi Pompa angguk tambang minyak. Harga minyak melemah pada perdagangan awal Asia, Senin (11/8/2025), melanjutkan penurunan lebih dari 4% pada pekan sebelumnya.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BEIJING. Harga minyak melemah pada perdagangan awal Asia, Senin (11/8/2025), melanjutkan penurunan lebih dari 4% pada pekan sebelumnya. 

Tekanan datang dari tarif impor AS yang lebih tinggi terhadap mitra dagang, kenaikan produksi OPEC, serta ekspektasi bahwa Amerika Serikat dan Rusia semakin dekat mencapai kesepakatan gencatan senjata di Ukraina.

Pada pukul 00.41 waktu setempat, harga minyak mentah Brent turun 52 sen atau 0,78% menjadi 66,07 dolar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 58 sen menjadi 63,30 dolar AS per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Terdampak Pengaruh Geopolitik Timur Tengah dan Ukraina

Harapan akan berakhirnya sanksi yang membatasi pasokan minyak Rusia meningkat setelah Presiden AS Donald Trump, Jumat lalu, mengumumkan rencana pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk membahas penghentian perang di Ukraina.

Meski demikian, AS juga meningkatkan tekanan terhadap Moskow. 

Trump menetapkan batas waktu bagi Rusia untuk menyetujui perdamaian di Ukraina, dengan ancaman sanksi sekunder bagi pembeli minyak Rusia jika kesepakatan damai gagal tercapai. 

Ia juga mendesak India untuk mengurangi pembelian minyak dari Rusia.

Selain perkembangan perundingan tersebut, pasar turut menanti rilis data inflasi AS pada Selasa. 

Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang lebih rendah dari perkiraan dapat memicu ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve lebih cepat dan lebih besar, yang berpotensi merangsang aktivitas ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak. 

Sebaliknya, data yang lebih tinggi akan menimbulkan kekhawatiran stagflasi dan menunda prospek pelonggaran suku bunga.

Tarif impor yang lebih tinggi, yang diberlakukan Trump terhadap puluhan negara mulai Kamis lalu, juga diperkirakan membebani aktivitas ekonomi karena memicu pergeseran rantai pasokan dan mendorong inflasi.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 4 Hari Beruntun Senin (17/2), Brent ke US$74,59 & WTI ke US$70,51

Akibat prospek ekonomi yang suram, harga Brent tercatat turun 4,4% pada pekan yang berakhir Jumat, sedangkan WTI melemah 5,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×