kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.853   -43,03   -0,73%
  • KOMPAS100 758   -6,10   -0,80%
  • LQ45 578   -5,59   -0,96%
  • ISSI 203   -0,24   -0,12%
  • IDX30 328   -3,23   -0,97%
  • IDXHIDIV20 403   -4,47   -1,10%
  • IDX80 86   -0,67   -0,77%
  • IDXV30 109   -0,65   -0,59%
  • IDXQ30 106   -1,12   -1,05%

Rawan profit taking, tekanan di bursa belum reda


Selasa, 28 April 2015 / 06:17 WIB
ILUSTRASI. Indeks harga saham gabungan atau IHSG dibuka menguat ke level 6.961 pada Kamis (16/11)


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bursa saham domestik masih berpotensi jatuh pada hari ini. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,49% ke level 5.245,4. Padahal, bursa Asia melaju 0,2% ke level 156,37.

Analis Lautandhana Securindo Krishna D Setiawan menilai, pasar domestik cenderung kecewa terhadap laporan keuangan emiten kuartal I-2015 yang di bawah harapan. "Terutama emiten perkebunan," ujarnya, kemarin.

Alwy Assegaf, Analis Universal Broker Indonesia, bilang, sentimen itu memicu investor asing melakukan aksi jual. Tercatat aksi jual asing mencapai Rp 2,24 triliun. Investor juga mencemaskan laju ekonomi Indonesia di kuartal I-2015 yang diduga melambat.

Prediksi Alwy, koreksi IHSG berlanjut pada hari ini. "Investor juga akan profit taking mengantisipasi hasil pertemuan bank sentral AS (FOMC meeting) dan data PDB Indonesia yang diprediksi melambat," ujarnya.

Prediksi Alwy, hari ini, IHSG bisa terkoreksi ke kisaran 5.200-5.290. Sementara, prediksi Krishna, IHSG bergerak antara 5.220-5.277. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×