kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

FTSE Tunda Review Index Indonesia Periode Maret 2026, Ini Hasil Pertemuan dengan BEI


Selasa, 10 Februari 2026 / 09:16 WIB
FTSE Tunda Review Index Indonesia Periode Maret 2026, Ini Hasil Pertemuan dengan BEI
ILUSTRASI. IHSG Masih di Zona Merah-Kunjungan mahasiswa ke gedung BEI, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait pengumuman FTSE Russell yang memutuskan untuk menunda peninjauan alias review saham Indonesia pada periode Maret 2026. 

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan dalam pertemuannya dengan FTSE, lembaga indeks global tersebut memberikan dukungan atas rencana aksi reformasi yang tengah dilakukan. 

“FTSE menekankan pada implementasinya agar sesuai dengan timeline yang sudah disampaikan. Kami tentu mengapresiasi dukungan dari FTSE,” jelasnya, Selasa (10/2/2026). 

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 16.800 Per Dolar AS Hari Ini (10/2)

Jeffrey menyebut, FTSE juga tidak menyampaikan kekhawatiran terkait klasifikasi negara Indonesia. Dus, tidak terdapat perubahan pandangan FTSE terhadap status. 

Seperti diketahui, FTSE Russell memutuskan untuk menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026 seiring ketidakpastian penentuan free float dan potensi gangguan perdagangan di tengah proses reformasi pasar modal.

Penundaan dilakukan setelah FTSE Russell menerima masukan dari Komite Penasihat Eksternal serta mencermati rencana reformasi yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia sejak akhir Januari 2026.

“Ini mengacu pada Aturan 2.4 Exceptional Market Disruption dalam kebijakan indeks FTSE Russell, yang berlaku apabila klien dinilai tidak dapat memperdagangkan pasar atau efek secara optimal,” tulis pengumuman FTSE. 

Seiring keputusan tersebut, FTSE Russell menghentikan sementara implementasi penambahan dan penghapusan saham Indonesia dalam indeks, termasuk perubahan segmen kapitalisasi besar, menengah, dan kecil.

Selain itu, penyesuaian bobot investability, perubahan jumlah saham beredar, serta aksi korporasi berupa rights issue juga tidak akan diterapkan hingga proses reformasi dinilai lebih jelas.

Namun demikian, FTSE Russell tetap memberlakukan penghapusan konstituen akibat merger, suspensi, kebangkrutan, atau delisting, serta distribusi dividen baik reguler maupun dividen khusus.

Baca Juga: BEI Suspensi Saham Lion Metal (LION) Mulai Perdagangan Sesi Pertama Hari Ini (10/2)

FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dan memberikan pembaruan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan indeks global pada Mei 2026.

“Dan akan memberikan pembaruan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 yang dijadwalkan pada Jumat 22 Mei 2026,” tulis FTSE dalam pengumumannya.

Selanjutnya: IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (10/2)

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (10/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×