Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga kontrak berjangka tembaga turun ke kisaran US$ 6,60 per pon pada hari Kamis (29/10), atau mengakhiri tren kenaikan selama empat hari berturut-turut seiring dengan aksi ambil untung oleh para pedagang setelah kenaikan harga baru-baru ini.
Berdasarkan Tradingeconomics, Kamis (29/10), sentimen pasar juga tertekan oleh laporan laba yang mengecewakan dari Alphabet dan Samsung, yang memicu kembali kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) serta menurunkan minat terhadap aset berisiko.
Meskipun mengalami koreksi, harga tembaga tetap berada di dekat level tertinggi dalam dua minggu di tengah pengetatan pasokan fisik di Tiongkok sebagai konsumen tembaga terbesar di dunia. Ini terlihat dari kenaikan premi impor China.
Baca Juga: Permintaan AI Melonjak, Tembaga Pimpin Prospek Logam Industri di 2026
Premi tembaga Yangshan, indikator utama permintaan Tiongkok terhadap tembaga impor, melonjak hingga US$ 205 per ton pada hari Rabu (28/10), level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Kenaikan ini menyoroti persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan pasokan, baik di dalam maupun di luar Tiongkok; kekhawatiran sebelumnya mengenai potensi tarif impor Amerika Serikat (AS) telah mendorong para pedagang untuk mengalihkan pengiriman ke gudang-gudang di AS, sehingga mempersempit ketersediaan pasokan di pasar lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














