kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

PTPP akan menerbitkan obligasi Rp 3 triliun


Kamis, 26 April 2018 / 19:56 WIB
RUPST PT PP


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) bakal merealisasikan rencana pendanaan melalui penerbitan obligasi. Instrumen ini bakal dirilis sebelum semester I tahun ini berakhir.

Direktur Keuangan PP Agus Purbianto mengatakan, obligasi yang diterbitkan akan menggunakan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB). Plafonnya sebesar Rp 3 triliun.

"Penerbitannya bertahap, tahun ini Rp 1,5 triliun dulu," ujar Agus, Kamis (26/4). Bulan Mei mendatang, PTPP bakal menggelar public expose terkait penerbitan obligasi tersebut.

Alokasi penggunaan dana hasil obligasi nanti beragam. Sebagian ada yang digunakan untuk melunasi atau sekadar membiayai kembali kewajiban perusahaan yang jatuh tempo dalam waktu dekat. "Jadi bisa untuk relaksasi, yang jangka pendek jadi panjang," jelas Agus.

PTPP akan menggunakan sebagian dana hasil penerbitan obligasi untuk menambah pendanaan investasi sejumlah proyek. Salah satunya proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Bekasi dan Tangerang yang sebentar lagi akan dimulai.

Sebagian pendanaan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Meulaboh 2x200 megawatt (MW) tak menutup kemungkinan juga berasal dari dana penerbitan obligasi.

Seperti diketahui, sebagian dana untuk PLTU Meulaboh sudah terpenuhi. Dananya berasal dari surat utang abadi (perpetual bond) senilai Rp 1 triliun yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

Perpetual bond itu menjadi underlying asset reksadana penyertaan terbatas (RDPT). Untuk tahap awal, pembelian obligasi akan melalui RDPT sebesar Rp 250 miliar yang dikelola PT Ciptadana Asset Management, dengan potensi penambahan sebesar Rp 1,3 triliun melalui Danareksa Capital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×