Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli
Di tengah risiko harga komoditas, prospek jangka panjang ANTM masih ditopang agenda hilirisasi nikel dan ekspansi ke rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas Dennis Tay menilai, eksposur ANTM terhadap ekosistem baterai kendaraan listrik menjadi salah satu sumber pertumbuhan jangka panjang yang belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.
Konstruksi proyek bersama konsorsium CATL, Brunp, dan Lygend (CBL) telah dimulai pada kuartal IV-2025. Proyek tersebut menargetkan produksi sekitar 88.000 ton Nickel Pig Iron (NPI) dan 55.000 ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
Selain itu, perjanjian kerangka kerja dengan HYD Investment Limited pada Januari 2026 memperluas integrasi ANTM, mulai dari sumber daya hingga produksi bahan baku baterai.
Baca Juga: Sembilan Saham Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, Cek Rekomendasi Analis
"Pasar masih memberi nilai minimal pada opsi ekosistem baterai ANTM," jelas Dennis dalam riset 29 Juli 2026.
Menurut dia, kemajuan konstruksi proyek dan semakin jelasnya kerangka pembelian dapat mendorong pasar mengevaluasi kembali prospek tersebut ke dalam harga saham ANTM.
Ketiga analis masih memberikan rekomendasi buy untuk saham ANTM. Devi memasang target harga Rp 4.650 per saham, Dennis Rp 4.220, sedangkan Ryan memberikan target Rp 3.700 per saham.
Meski demikian, target tersebut tetap perlu dicermati bersama risiko penurunan harga komoditas, pelemahan permintaan emas, serta tekanan biaya dan operasional yang dapat membatasi margin ANTM pada semester II-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
