kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.915   13,00   0,08%
  • IDX 7.259   -43,26   -0,59%
  • KOMPAS100 1.006   -7,56   -0,75%
  • LQ45 742   -4,36   -0,58%
  • ISSI 255   -2,56   -0,99%
  • IDX30 404   -3,14   -0,77%
  • IDXHIDIV20 505   -5,01   -0,98%
  • IDX80 113   -0,74   -0,65%
  • IDXV30 138   -0,19   -0,14%
  • IDXQ30 131   -1,45   -1,09%

TLKM Fokus Perkuat Bisnis Inti Telekomunikasi, Cek Rekomendasi Analis


Kamis, 26 Maret 2026 / 08:31 WIB
TLKM Fokus Perkuat Bisnis Inti Telekomunikasi, Cek Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Gedung Telkom Landmark Tower (TRIBUN/HO). Phillip Sekuritas rekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.200. Divestasi AdMedika berpotensi jadi katalis positif.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melanjutkan langkah penataan bisnis dengan melepas AdMedika Group kepada Fullerton Health. 

Aksi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat fokus pada bisnis inti telekomunikasi dan layanan digital.

AdMedika sendiri merupakan perusahaan pengelola layanan administrasi kesehatan (third party administrator/TPA) yang menyediakan solusi manajemen klaim dan layanan kesehatan bagi korporasi serta institusi.

Baca Juga: Saham Bank Swasta Lapis Kedua Tampak Lebih Tangguh, Cek Rekomendasi Analis

VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, menegaskan divestasi ini sejalan dengan transformasi perusahaan.  "Langkah ini untuk memperkuat fokus TelkomGroup pada core business di sektor telekomunikasi dan layanan digital," ujarnya.

Ia menjelaskan, AdMedika memiliki prospek pertumbuhan yang baik di industri kesehatan. Dengan bergabung ke Fullerton Health, bisnis AdMedika diharapkan bisa berkembang lebih cepat.

Ke depan, Telkom akan terus merapikan portofolio bisnis melalui berbagai opsi strategis, mulai dari merger, kemitraan, transfer bisnis, hingga divestasi. Namun, rencana detail untuk entitas lain masih dalam tahap kajian.

Langkah penataan ini juga dilakukan secara hati-hati agar tetap selaras dengan arah Telkom sebagai perusahaan digital telco.

Dari sisi pasar, analis melihat strategi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi saham TLKM.

Baca Juga: Bea Ekspor Diproyeksi Jadi Beban Tambahan Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Analis

Senior Equity Research Analyst Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, menilai transformasi Telkom menuju model strategic infrastructure holding bisa mendorong re-rating valuasi.

 

Saat ini, valuasi TLKM dinilai masih menarik dibandingkan rata-rata historis maupun perusahaan sejenis di kawasan.

Seiring dengan itu, Phillip Sekuritas merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.200 per saham, berdasarkan proyeksi valuasi 2026 dengan PER 19,3 kali, PBV 2,3 kali, dan EV/EBITDA 4,6 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×