kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Peringatan Jerome Powell buat harga minyak mentah menguat terbatas


Kamis, 14 Mei 2020 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak mentah naik tipis.


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

Penurunan persediaan minyak mentah AS pada pekan yang berakhir 8 Mei lalu memang memberikan dukungan untuk harga di awal sesi perdagangan. Tetapi Moya bilang, penarikan lebih besar selama beberapa minggu ke depan akan diperlukan untuk mendorong harga.

Seperti diketahui, persediaan minyak mentah AS pada pekan yang berakhir 8 Mei, turun 745.000 barel menjadi 531,5 juta barel. Menurut Energy Information Administration, ini menandai penurunan pertama sejak Januari 2020. 

Sebelumnya, hasil jajak pendapat yang dilakukan Reuters memperkirakan, stok minyak AS naik 4,1 juta barel pada pekan lalu. 

Baca Juga: Gagal bujuk perusahaan minyak, Irak hanya pangkas produksi minyak 700.000 per hari

Di tengah kemerosotan penggunaan bahan bakar, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan, pihaknya memperkirakan permintaan minyak global 2020 susut 9,07 juta barel per hari, lebih buruk daripada perkiraan kontraksi sebelumnya sebesar 6,85 juta barel per hari. 

Lebih lanjut OPEC bilang, penurunan terbesar terjadi pada kuartal kedua. "Permintaan (kuartal kedua) untuk minyak OPEC hanya 16,77 juta barel per hari, jauh di bawah tingkat produksi OPEC, bahkan ketika kepatuhan penuh terhadap pemotongan OPEC+ dipertimbangkan," kata ING Economics dalam memo.

OPEC+, kelompak gabungan antara OPEC dan produsen lain termasuk Rusia, pada bulan April sepakat untuk mengurangi produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) pada bulan Mei dan Juni. Arab Saudi, pemimpin de facto OPEC, juga mengatakan akan memangkas produksinya sendiri dengan tambahan 1 juta barel per hari menjadi 7,5 juta barel per hari mulai Juni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×