kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Emas Dunia Jatuh ke Level Terendah dalam Sepekan Dipicu Lonjakan Harga Minyak


Jumat, 15 Mei 2026 / 16:26 WIB
Harga Emas Dunia Jatuh ke Level Terendah dalam Sepekan Dipicu Lonjakan Harga Minyak
ILUSTRASI. Petugas menunjukan emas batangan di Gallery 24 milik PT Pegadaian (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Harga emas dunia jatuh ke level terendah sepekan, terkoreksi 3,3%, dipicu melonjaknya harga minyak, kenaikan imbal hasil obligasi AS, dan penguatan dolar AS.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam sepekan pada perdagangan Jumat (15/5/2026), seiring melonjaknya harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi global. 

Kondisi ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan memperkuat spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.

Harga emas spot tercatat turun 2% ke US$ 4.557,25 per ons troi pada pukul 08.22 Waktu setempat, sekaligus menjadi level terendah sejak 6 Mei. Dalam sepekan terakhir, harga emas sudah terkoreksi 3,3%.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga turun lebih dalam, yakni 2,7% ke level US$ 4.561,30 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100

Tekanan terhadap emas terjadi di tengah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mendekati level tertinggi dalam hampir satu tahun. Kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor.

Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer mengatakan pasar saat ini kembali meragukan peluang pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat.

"Naiknya harga minyak membuat kekhawatiran inflasi kembali muncul, mendorong yield dan dolar AS menguat, sehingga emas terkena tekanan dari berbagai arah," ujarnya.

Lonjakan harga minyak dipicu memanasnya konflik Iran yang mengganggu jalur pasokan energi global. 

Harga minyak Brent tercatat naik 6,6% sepanjang pekan ini dan bertahan di atas US$ 108 per barel, di tengah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Kondisi tersebut memperbesar risiko inflasi energi merembet ke harga barang dan jasa lainnya. 

Sejumlah data inflasi AS yang dirilis pekan ini juga menunjukkan tekanan harga masih tinggi, sehingga pasar mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini bahkan melihat peluang sebesar 39% bahwa The Fed justru akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Selain tekanan dari suku bunga, penguatan dolar AS turut membebani harga emas. Indeks dolar AS tercatat naik lebih dari 1% sepanjang pekan ini, membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain.

Sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu, harga emas telah turun lebih dari 13%. Padahal sebelumnya logam mulia sempat menjadi aset lindung nilai utama saat tensi geopolitik meningkat.

Baca Juga: Jual Emas Indonesia Tambah Gerai, Buyback dan Harga Transparan Jadi Andalan

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump meninggalkan China setelah membawa sejumlah kesepakatan bisnis yang dinilai belum cukup memberi sentimen positif ke pasar. Sementara itu, Beijing memperingatkan Washington terkait isu Taiwan dan menegaskan perang dengan Iran “seharusnya tidak pernah terjadi”.

Di pasar fisik Asia, diskon harga emas di India melonjak ke rekor tertinggi setelah pemerintah menaikkan bea impor, sehingga permintaan melemah dan memicu aksi jual investor. Sebaliknya, premi harga emas di China tetap kuat karena permintaan investasi masih tinggi.

Tak hanya emas, logam mulia lain juga ikut tertekan. Harga perak anjlok 6,4% ke US$ 78,16 per ons troi, platinum turun 2,7% ke US$ 1.999,60, sedangkan palladium melemah 0,7% ke US$ 1.427,39 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×