Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli berencana menerbitkan saham baru dalam jumlah besar hingga 9,5 miliar lembar melalui aksi korporasi penambahan modal dengan skema private placement.
Berdasarkan keterbukaan informasi di laman resmi BEI Rabu (13/5/2026), rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 4 Juni 2026.
Chief Corporate Secretary & Investor Relations BELI Eric Alamsjah Winarta menyampaikan, salah satu agenda utama dalam RUPSLB adalah persetujuan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
Baca Juga: Rupiah Kembali Cetak Rekor Terlemah, Simak Proyeksinya untuk Pekan Depan
“Persetujuan atas rencana Perseroan untuk melakukan peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak-banyaknya 6,92% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di laman resmi BEI, Rabu (13/5/2026).
Dalam rinciannya, PMTHMETD akan dilakukan melalui dua skema. Pertama, program kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan (MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 4,5 miliar saham atau setara 3,28% dari modal ditempatkan dan disetor.
Kedua, penambahan modal di luar program MESOP dengan penerbitan maksimal 5 miliar saham baru atau setara 3,64% dari modal disetor perseroan.
Dengan demikian, total saham baru yang berpotensi diterbitkan mencapai 9,5 miliar lembar saham atau sekitar 6,92% dari modal ditempatkan dan disetor.
Selain aksi korporasi tersebut, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham atas perubahan dan atau penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar agar selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,39% ke Rp 17.597 per Dolar AS pada Jumat (15/5)
Sementara itu, dalam RUPST, perseroan akan membahas agenda rutin tahunan, antara lain persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, penunjukan akuntan publik, serta pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
Rapat dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 4 Juni 2026 pukul 10.00 WIB di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













