kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Perekonomian China masih membayangi bursa Asia


Rabu, 06 Januari 2016 / 16:13 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto

HONG KONG. Bursa saham Asia kembali jatuh di hari ketiga dipicu kekhawatiran perekonomian China. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,9% menjadi 127,23 pada 04:04 sore di Hong Kong, Rabu (6/1).

Indeks MSCI Asia Pacific telah turun 3,6% sejak awal tahun, yang merupakan penurunan tertajam selama tiga hari sejak September. Langkah Bank Sentral China yang kembali mendevaluasi yuan telah membebani eksportir Jepang.

Belum lagi, langkah Korea Utara melakukan uji coba nuklir pagi ini, menambah risiko geopolitik. Setelah ketegangan di awal pekan ini antara Arab Saudi dan Iran. Korea Utara meledakkan perangkat hidrogen di situs uji coba bawah tanah di ujung timur laut, ungkap kantor berita resmi rezim.

Di sisi lain, Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3%, memangkas penurunan sebanyak 1%. Indeks Hang Seng turun 1,1%, melanjutkan penurunan pekan ini menjadi 4,3%, dan Indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,9%, menyeret penurunan pada 2016 menjadi 5,4%.

Indeks Shanghai Composite menguat 2,3%, menyusul penurunan dua hari sebesar 7,1% pada hari Senin yang menghapus senilai U$ 590 miliar dari nilai pasar serta memicu penghentian perdagangan.

Indeks Topix Jepang turun 1,1% pasca sebelumnya melonjak sebanyak 0,7%, seiring pelemahan yuan yang menggerogoti daya saing eksportir Jepang. Indeks tersebut telah turun 3,8% pada pekan pertamanya di tahun ini.

Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 1,2% dan Indeks S & P / NZX 50 Selandia Baru turun 0,3%. Indeks Straits Times Singapura turun 1% dan Indeks Taiex Taiwan turun 1,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×