kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.048   8,84   0,15%
  • KOMPAS100 791   2,39   0,30%
  • LQ45 600   1,40   0,23%
  • ISSI 210   -0,04   -0,02%
  • IDX30 339   0,28   0,08%
  • IDXHIDIV20 422   0,49   0,12%
  • IDX80 90   0,21   0,23%
  • IDXV30 116   0,06   0,06%
  • IDXQ30 109   0,08   0,07%

Penjualan Mobil di Semester I-2026 Naik 15,9%, Ini Saham Otomotif Pilihan Analis


Rabu, 15 Juli 2026 / 14:06 WIB
Penjualan Mobil di Semester I-2026 Naik 15,9%, Ini Saham Otomotif Pilihan Analis
ILUSTRASI. Penjualan otomotif grup Astra International (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri otomotif nasional menunjukkan tren yang semakin membaik sepanjang semester I-2026. Peningkatan penjualan kendaraan tersebut diperkirakan menjadi sentimen positif bagi emiten di sektor otomotif dan industri komponen.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales selama periode Januari 2026 hingga Juni 2026 mencapai 436.564 unit. Realisasi tersebut meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 376.707 unit. Adapun hingga akhir tahun, Gaikindo menargetkan penjualan mobil mencapai 850.000 unit.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama mengatakan kenaikan penjualan mobil nasional sebesar 15,9% pada semester I-2026 menjadi katalis positif bagi emiten otomotif dan komponen otomotif. 

Baca Juga: Abadi Lestari (RLCO) Telah Realisasikan Dana IPO Rp 57,7 Miliar, Perkuat Operasional

"Peningkatan volume penjualan akan mendorong permintaan kendaraan baru, komponen OEM, hingga bisnis after market. Meski demikian, prospek semester II masih akan dipengaruhi oleh kondisi suku bunga, daya beli masyarakat, dan ketersediaan pembiayaan kendaraan," kata Elandry kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).

Dari sisi pilihan saham, Elandry masih mencermati  saham ASII, AUTO, dan DRMA. Secara fundamental, ASII menarik karena memiliki diversifikasi bisnis yang kuat sehingga lebih defensif. AUTO didukung fundamental yang solid serta kontribusi aftermarket yang stabil, sementara DRMA memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi seiring ekspansi komponen kendaraan listrik dan peningkatan produksi dari pelanggan OEM.

Dihubungi terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyampaikan kenaikan penjualan mobil nasional pada semester I-2026 merupakan sinyal bahwa permintaan domestik mulai pulih seiring membaiknya daya beli masyarakat, stabilnya suku bunga, serta meningkatnya aktivitas ekonomi. 

"Kondisi ini tentu menjadi katalis positif bagi emiten otomotif maupun industri komponen," ucap Nafan.

Nafan menambahkan, prospek emiten otomotif cenderung lebih menarik karena kenaikan volume penjualan akan mendorong pertumbuhan pendapatan, memperbaiki utilisasi kapasitas produksi, serta meningkatkan efisiensi operasional sehingga margin laba berpotensi membaik.

Sementara itu, emiten komponen otomotif juga berpotensi menikmati efek berganda (multiplier effect). Peningkatan produksi kendaraan akan meningkatkan permintaan terhadap komponen OEM (Original Equipment Manufacturer), sedangkan bertambahnya populasi kendaraan akan menopang bisnis after market melalui kebutuhan suku cadang dan perawatan berkala.

Baca Juga: Trisula (TRIS) Siapkan Buyback Rp 15 Miliar dan Akuisisi untuk Perkuat Bisnis

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati beberapa risiko, seperti pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat meningkatkan biaya impor bahan baku, potensi kenaikan harga komoditas logam, serta persaingan yang semakin ketat akibat masuknya merek kendaraan listrik asal China.

Nafan juga melihat ASII masih menjadi pilihan utama karena memiliki model bisnis yang terintegrasi mulai dari distribusi kendaraan, pembiayaan, komponen otomotif melalui Astra Otoparts, hingga bisnis pendukung lainnya. Diversifikasi usaha membuat kinerja ASII relatif lebih stabil dibanding emiten otomotif lain.

Elandry merekomendasikan buy saham ASII dan AUTO dengan target harga jangka panjang masing-masing di level Rp 6.000 dan Rp 3.300, serta speculative buy DRMA dengan target harga Rp 1.650 per saham.

"Secara keseluruhan, sektor otomotif masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun selama tren penjualan kendaraan tetap terjaga. Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan BI Rate, daya beli masyarakat, dan potensi perlambatan ekonomi yang dapat memengaruhi permintaan kendaraan pada semester II," tambah Elandry.

Sementara itu, Nafan menyarankan add saham ASII di target harga Rp 5.225 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×