Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID- JAKARTA. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT RMK Energy Tbk (RMKE) bersiap melaksanakan aksi pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:5.
Aksi korporasi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan kedua saham.
RAJA akan mulai diperdagangkan dengan nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 16 Juli 2026. Sementara itu, saham RMKE mulai diperdagangkan dengan nominal baru pada 17 Juli 2026.
Baca Juga: Resmi Stock Split 17 Juli 2026, Harga Saham RMKE Langsung Melonjak 6%
Rencananya, RAJA bakal melaksanakan stock split dengan rasio 1:5 sehingga jumlah saham beredar meningkat dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar saham. Perdagangan dengan nominal baru dimulai pada 16 Juli 2026.
Sementara itu, RMKE juga melakukan stock split dengan rasio 1:5. Jumlah saham beredar meningkat dari 4,38 miliar menjadi 21,88 miliar saham, sedangkan perdagangan dengan nominal baru dimulai pada 17 Juli 2026.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan stock split tidak mengubah nilai fundamental maupun kapitalisasi pasar emiten. Aksi tersebut hanya meningkatkan jumlah saham beredar dan menurunkan harga per lembar saham.
"Dengan harga yang lebih terjangkau, saham RAJA dan RMKE berpotensi menjadi lebih menarik bagi investor ritel karena hambatan psikologis untuk membeli saham menjadi lebih kecil," ucapnya kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).
Menurut Nafan, penurunan harga saham setelah stock split berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan. Investor ritel umumnya memiliki akses lebih mudah untuk mengakumulasi saham dengan nominal investasi yang lebih rendah.
Baca Juga: Bakal Gelar Stock Split, Cermati Rekomendasi Saham Rukun Raharja (RAJA)
Namun, Nafan mengingatkan peningkatan likuiditas tersebut belum tentu bertahan dalam jangka panjang. Dampak positif stock split tetap bergantung pada kinerja fundamental dan prospek bisnis masing-masing emiten.
"Dampak positif stock split terhadap likuiditas akan lebih berkelanjutan apabila didukung fundamental yang solid, pertumbuhan laba yang konsisten, serta adanya katalis bisnis," katanya.
Nafan bilang apabila kinerja keuangan RAJA dan RMKE terus membaik setelah stock split, peningkatan volume transaksi berpeluang bertahan. Sebaliknya, apabila fundamental tidak mengalami perbaikan, dampaknya cenderung hanya bersifat sementara.
"Jika tidak diikuti perbaikan fundamental, efek stock split umumnya hanya bersifat jangka pendek karena lebih didorong oleh sentimen pasar," jelas Nafan.
Baca Juga: RMK Energy (RMKE) Akan Stock Split 1:5 untuk Dorong Likuiditas Saham, Cek Jadwalnya
Lebih lanjut, Nafan mempertahankan peringkat add untuk saham RAJA dengan target harga Rp 5.150 sebelum stock split atau setara Rp 1.030 setelah penyesuaian harga. Sementara itu, rekomendasi speculative buy diberikan kepada RMKE.
Target harga RMKE dipatok sebesar Rp 2.680 sebelum stock split atau setara Rp 535 setelah penyesuaian rasio pemecahan saham. Menurut Nafan, prospek kedua emiten tetap ditopang oleh kinerja operasional dan fundamental masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














