kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.031   46,00   0,26%
  • IDX 5.933   -53,31   -0,89%
  • KOMPAS100 774   -7,91   -1,01%
  • LQ45 590   -4,53   -0,76%
  • ISSI 204   -1,64   -0,80%
  • IDX30 334   -2,40   -0,71%
  • IDXHIDIV20 414   -1,82   -0,44%
  • IDX80 88   -0,83   -0,94%
  • IDXV30 112   -0,68   -0,60%
  • IDXQ30 108   -0,42   -0,38%

Penguatan Rupiah Empat Hari Beruntun Terhenti


Selasa, 09 Juli 2024 / 09:48 WIB
Penguatan Rupiah Empat Hari Beruntun Terhenti
ILUSTRASI. Petugas menghitung mata uang asing dolar Amerika Serikat (US$) di konter jasa penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (20/6/2024). Dalam setahun terakhir rupiah telah turun 9,33% terhadap USD, ketidakstabilan ekonomi global, kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat, dan ketidakpastian politik domestik menjadi faktor yang menyebabkan rupiah melemah terhadap US$. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/23/06/2024


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju penguatan rupiah empat hari beruntun di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) terhenti pada Selasa (9/7).

Mengutip Bloomberg 09.30 WIB, kurs rupiah di pasar spot ke 16.305 per dolar AS atau melemah 0,29% di hadapan dollar AS dari posisi Rp 16.258.

Padahal, dolar AS bertahan di dekat level terendah dalam beberapa minggu terhadap mata uang utama pada hari ini, masih terpengaruh oleh laporan pekerjaan yang tidak terduga lemah pada hari Jumat lalu.

Sementara para pedagang menunggu kesaksian dari Ketua The Fed Jerome Powell untuk petunjuk tentang jalur suku bunga.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang terhadap euro, sterling, yen, dan tiga mata uang utama lainnya, tidak berubah pada 104,99 di awal jam perdagangan Asia. Mendekati level terendah semalam di 104,80, yang merupakan titik terendah dalam 3,5 minggu.

Baca Juga: Anjlok Paling Dalam, Rupiah Spot Melemah ke Rp 16.311 Per Dolar AS di Hari Ini (9/7)

Indeks ini merosot 0,9% minggu lalu, diperparah oleh laporan penggajian bulanan pada hari Jumat, yang meningkatkan taruhan bahwa The Fed akan segera mulai memangkas suku bunga.

Para pedagang saat ini memperkirakan peluang sekitar 76% untuk pemotongan suku bunga pada pertemuan September, naik dari 66% seminggu yang lalu, menurut CME FedWatch Tool. Pemotongan lainnya diharapkan pada Desember.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong mengatakan bahwa penguatan rupiah terbatasi data indeks keyakinan konsumen (IKK) Indonesia yang lebih lemah. Meskipun masih dalam level optimistis, indeks keyakinan konsumen tersebut mengalami penurunan.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan indeks keyakinan konsumen Indonesia mengalami penurunan. IKK Indonesia turun menjadi 123,3 pada bulan Juni daripada 125,2 pada bulan Mei dan 127,7 pada bulan April 2024.

“Rupiah menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah data pekerjaan yang mengecewakan. Namun data indeks kepercayaan konsumen Indonesia yang lebih lemah membatasi penguatan,” ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Senin (8/7).

Baca Juga: BI Proyeksi Rupiah Kembali Menguat di Kisaran Rp 15.700-Rp 16.100 Per Dolar AS

Lukman memperkirakan rupiah akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas.

Investor akan cenderung wait and see mengantisipasi data inflasi Amerika pekan ini. Dari domestik, investor juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis hari ini.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengamati, rupiah menguat di awal pekan ini karena didukung sentimen dari AS. Hal itu menyusul data ketenagakerjaan AS cenderung mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja yang melonggar pada bulan Juni 2024.

“Namun demikian, penguatan rupiah ini cenderung terbatasi oleh ketidakpastian di Eropa, terkait kemenangan aliansi sayap kiri,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Senin (8/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×