kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.007   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.233   -3,06   -0,05%
  • KOMPAS100 819   1,94   0,24%
  • LQ45 623   1,55   0,25%
  • ISSI 215   0,23   0,11%
  • IDX30 350   -0,18   -0,05%
  • IDXHIDIV20 429   -0,76   -0,18%
  • IDX80 94   0,28   0,30%
  • IDXV30 118   0,26   0,22%
  • IDXQ30 112   -0,18   -0,16%

Pendapatan Melesat 121,58%, Aman Agrindo (GULA) Kembali Cetak Laba di Semester I-2026


Senin, 03 Agustus 2026 / 08:53 WIB
Pendapatan Melesat 121,58%, Aman Agrindo (GULA) Kembali Cetak Laba di Semester I-2026
ILUSTRASI. Aman Agrindo (GULA) sukses cetak laba Rp 34,84 juta pada semester I-2026, berbalik dari rugi bersih sebesar Rp 1,62 miliar pada semester I-2025 (Dok/PT Aman Agrindo Tbk (GULA) )


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aman Agrindo Tbk (GULA) berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba pada semester I-2026, seiring lonjakan penjualan yang ditopang peningkatan volume distribusi dan perdagangan gula.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, penjualan bersih GULA mencapai Rp 144,32 miliar atau melonjak 121,58% secara tahunan dari Rp 65,13 miliar pada semester I-2025.

Seiring peningkatan aktivitas usaha, beban pokok penjualan GULA naik 125,30% secara tahunan menjadi Rp 135,97 miliar, dibandingkan Rp 60,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, laba bruto GULA masih tumbuh 74,70% secara tahunan menjadi Rp 8,35 miliar pada semester I-2026, dari sebelumnya sebesar Rp 4,78 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga: Dampak Pelemahan Rupiah ke UNVR, MYOR, ICBP, dan MAPI: Cek Rekomendasi Sahamnya

Dari sisi operasional, total beban usaha GULA meningkat 8,54% menjadi Rp 2,58 miliar, terdiri dari beban penjualan dan pemasaran Rp 208,88 juta serta beban umum dan administrasi Rp 2,37 miliar.

Kenaikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan beban usaha turut mengerek laba usaha GULA sebesar 140,08% secara tahunan menjadi Rp 5,77 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 2,40 miliar.

Namun, GULA masih menghadapi peningkatan beban keuangan sebesar 31,74% secara tahunan menjadi Rp 5,35 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp 4,06 miliar pada periode sama tahun lalu.

Setelah memperhitungkan berbagai beban, GULA mencatat laba sebelum pajak Rp 422,22 juta, berbalik dari rugi sebelum pajak sebesar Rp 1,64 miliar pada enam bulan pertama tahun sebelumnya.

Dari sisi bottom line, GULA akhirnya membukukan laba bersih tahun berjalan Rp 34,84 juta pada semester I-2026, berbalik dari rugi bersih sebesar Rp 1,62 miliar pada semester I-2025.

 

Dari sisi neraca, total aset GULA mencapai Rp 219,69 miliar per akhir Juni 2026 atau meningkat 0,95% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp 217,62 miliar.

Sementara itu, total liabilitas GULA meningkat 2,74% menjadi Rp 76,31 miliar, dengan liabilitas jangka pendek mencapai Rp 75,41 miliar yang sebagian besar berupa utang bank jangka pendek Rp 74,99 miliar.

Posisi kas dan setara kas GULA tercatat Rp 12,31 miliar per akhir Juni 2026, menyusut dari Rp 45,79 miliar pada akhir Desember 2025 dan Rp 52,04 miliar per Juni 2025.

Penurunan kas tersebut terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja persediaan serta pengeluaran investasi strategis berupa pembayaran uang muka pembelian lahan perkebunan untuk mendukung pengembangan bisnis GULA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×