kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

​GOTO Cetak Laba Semester I 2026, Saham Masih Rp 50, Layak Dibeli?


Kamis, 30 Juli 2026 / 05:26 WIB
​GOTO Cetak Laba Semester I 2026, Saham Masih Rp 50, Layak Dibeli?
ILUSTRASI. ?GOTO Cetak Laba Semester I 2026, Saham Masih Rp 50, Layak Dibeli?


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba usaha dan laba bersih. Namun, di tengah kinerja yang positif, harga saham GOTO masih tertahan di level Rp 50 per saham atau batas bawah perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lantas, apakah saham GOTO masih layak dikoleksi investor?

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, GOTO membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 10,99 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 28,45% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan Rp 8,55 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kontributor terbesar pendapatan berasal dari jasa pengiriman yang mencapai Rp 3,2 triliun atau tumbuh 16,48% YoY. Selanjutnya, pendapatan dari imbalan jasa tercatat sebesar Rp 3,15 triliun.

GOTO juga mencatat pertumbuhan signifikan dari pendapatan pinjaman yang mencapai Rp 2,7 triliun atau melonjak 64,67% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan dari imbalan jasa e-commerce mencapai Rp 550,72 miliar dan pendapatan dari imbalan iklan sebesar Rp 254,45 miliar.

Perseroan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp 1,12 triliun sepanjang semester I-2026.

Di sisi lain, biaya dan beban usaha GOTO meningkat 16,87% YoY menjadi Rp 10,21 triliun, dibandingkan Rp 8,73 triliun pada semester I-2025.

Meski demikian, peningkatan pendapatan mampu menopang perbaikan profitabilitas. Secara operasional, GOTO mencatat laba usaha sebesar Rp 781,88 miliar pada semester I-2026. Capaian tersebut berbalik dari rugi usaha Rp 171,59 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi bottom line, GOTO membukukan laba bersih sebesar Rp 607,48 miliar. Pada semester I-2025, emiten teknologi ini masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 580,01 miliar.

Sementara itu, total aset perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 47,47 triliun. Total liabilitas dan ekuitas secara kumulatif juga mencapai Rp 47,47 triliun.

Baca Juga: IHSG Merosot 6 Hari Berturut-turut, Cek Saham yang Banyak Dilepas Asing, Rabu (29/7)

Analis Kompak Rekomendasikan Buy

Di tengah harga saham yang masih tertahan di level Rp 50 per saham, konsensus analis masih menunjukkan optimisme terhadap prospek GOTO.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, sebanyak 24 perusahaan sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham GOTO. Sementara itu, tujuh perusahaan sekuritas merekomendasikan hold dan belum ada analis yang memberikan rekomendasi jual.

Rata-rata target harga saham GOTO dalam konsensus Bloomberg berada di level Rp 80 per saham. Dengan harga penutupan yang masih berada di Rp 50, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 60%.

Pergerakan saham GOTO sendiri telah tertahan di level Rp 50 selama hampir dua bulan terakhir. Tekanan terhadap harga saham muncul setelah pemerintah menetapkan pemangkasan komisi aplikasi layanan ojek online roda dua menjadi 8% yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Meski demikian, sejumlah rumah riset masih mempertahankan pandangan positif terhadap saham GOTO. Maybank Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp 80 per saham. Morgan Stanley merekomendasikan equal weight dengan target Rp 79 per saham.

Sementara itu, UOB Kay Hian Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas tetap memberikan rekomendasi buy dengan target harga masing-masing Rp 78 dan Rp 70 per saham. Adapun Macquarie memberikan rekomendasi outperform dengan target harga Rp 72 per saham.

Tonton: Burhanuddin Abdullah Masuk Bursa Gubernur BI, Akankah Kembali Pimpin Bank Sentral

Equity Research Analyst OCBC Sekuritas Gani mengatakan, konsensus analis masih didominasi rekomendasi beli karena fundamental perseroan dinilai tetap solid. Di sisi lain, ruang penurunan harga saham juga dinilai semakin terbatas setelah saham bertahan di level Rp 50.

"Konsensus analis sekarang memang masih condong ke buy, karena selain fundamental juga harga sudah di level Rp 50 per saham, risiko penurunan juga sangat rendah," ujar Gani, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, level harga saham saat ini masih menarik sebagai titik masuk bagi investor yang memiliki horizon investasi jangka menengah hingga panjang. Meski begitu, pelaku pasar tetap perlu mencermati likuiditas perdagangan saham GOTO yang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan perbaikan kinerja keuangan, dominasi rekomendasi beli dari analis, dan potensi kenaikan harga berdasarkan konsensus pasar, saham GOTO masih menjadi salah satu emiten teknologi yang patut dicermati. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan faktor likuiditas dan dampak kebijakan regulator terhadap prospek bisnis perseroan ke depan sebelum mengambil keputusan investasi.

 

APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Setelah Itu Harus Mandiri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×