kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

Pasar segera dibuka, ini rekomendasi untuk saham HMSP, GGRM, RMBA, ITIC & WIIM


Senin, 22 Februari 2021 / 08:05 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Adi Wikanto

Sedangkan, sentimen terkait system kerja di kantor yang dapat dimulai pada 2021 dan program vaksinasi menjadi katalis positif untuk sektor ini. Hal tersebut kemungkinan dapat kembali meningkatkan permintaan dan dapat meningkatkan penjualan.

Lantaran saham emiten rokok sudah terkoreksi cukup dalam, Chris bilang, seharusnya jika ada pelemahan sudah tidak terlalu dalam lagi. Berdasarkan data RTI, saham GGRM merosot 8,9% dalam sebulan terakhir, kemudian saham HMSP juga terkoreksi sebesar 7,43%.

Adapun saham PT Bentoel International Inv Tbk (RMBA) melemah 13,79% dalam sebulan terakhir dan PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) minus 3,01%. Hanya saham saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang mengalami penguatan hingga 51,79% dalam sebulan terakhir.

“Untuk saham emiten rokok yang naik, juga harus disesuaikan lagi karena dari sisi WIIM ada batas jumlah rokok yang dijual. Sehingga peningkatan penjualannya di tahun 2020 bisa jadi stagnan ditahun 2021,” paparnya.

Dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan yang ada, Chris menyarankan pelaku pasar untuk sebaiknya menghindari terlebih dahulu saham emiten rokok dan menunggu harganya kembali turun untuk mulai diakumulasi.

Menurutnya, sekarang ini valuasi dari saham-saham emiten rokok terbilang netral karena kemungkinan dari sisi kinerjanya juga mengalami penurunan. Saat ini price to earning ratio (PER) saham WIIM berada di 12,32 kali, PER saham HMSP di 17,29 kali, saham GGRM di 9,65 kali, dan saham ITIC di 33,57 kali.

Selanjutnya: Menghadapi kenaikan cukai, begini rekomendasi saham rokok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×