Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat kemajuan dalam diversifikasi bisnis melalui anak usahanya di Australia, Wolfram Limited. Proyek tambang Mt. Carlton di Queensland berkembang lebih cepat dari rencana dengan dimulainya penambangan bawah tanah di area A39 yang menghasilkan bijih berkadar lebih tinggi.
Sebelumnya, sejak April 2026, tambang terbuka V2 telah menjadi sumber utama produksi emas, perak, dan tembaga yang diproses di lokasi lalu dikirim ke Glencore melalui kontrak offtake tujuh tahun. Peresmian kembali operasional Mt. Carlton oleh Menteri Pertambangan Queensland pada 30 Juni 2026 menjadi tonggak penting bagi peningkatan produksi dan ekspansi bisnis mineral BUMI.
Percepatan pengembangan proyek tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa eksekusi operasional tidak sekadar berjalan sesuai rencana, tetapi mampu melampaui target yang telah ditetapkan.
Dimulainya operasi bawah tanah juga dipandang sebagai titik balik strategis yang membuka akses terhadap cadangan bijih berkadar tinggi, sehingga berpotensi mendongkrak produktivitas sekaligus memperkuat profitabilitas perusahaan.
Baca Juga: BUMI Divestasi CPM ke BRMS, Perkuat Fokus Strategis Portofolio Tambang
Analis Panin Sekuritas, Cliff Nathaniel, menilai dimulainya operasi underground merupakan tonggak penting yang mencerminkan percepatan kemajuan proyek dibandingkan jadwal semula.
“Akses terhadap bijih berkadar tinggi berpotensi menjadi pengungkit kinerja operasional melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi, sekaligus memberikan dorongan terhadap margin di tengah prospek harga komoditas yang masih menjanjikan,” kata Cliff, Rabu (8/7).
Lebih jauh, Cliff berpandangan bahwa perkembangan di Mt. Carlton semakin menegaskan transformasi BUMI dari emiten yang selama ini identik dengan batu bara menjadi perusahaan sumber daya alam yang memiliki portofolio lebih beragam, dengan eksposur yang semakin besar terhadap logam mulia dan logam dasar seperti emas, perak, dan tembaga.
Diversifikasi tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena mampu mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap siklus industri batu bara yang cenderung fluktuatif.
Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) Lepas 3,03% Saham Citra Palu Mineral (CPM)
Seiring meningkatnya kontribusi aset logam, struktur pendapatan dan laba BUMI diperkirakan akan menjadi lebih berimbang, lebih tangguh menghadapi volatilitas pasar, serta memiliki fondasi pertumbuhan jangka panjang yang semakin kuat.
Selain memberikan tambahan sumber pertumbuhan, Cliff menilai keberadaan kontrak penjualan konsentrat selama tujuh tahun dengan Glencore turut memberikan visibilitas terhadap pemasaran hasil produksi. Hal ini dinilai mampu mengurangi risiko komersial pada tahap awal pengembangan proyek sekaligus mendukung keberlangsungan arus kas operasional.
“Ke depan, pasar akan mencermati potensi peningkatan volume produksi dari tambang bawah tanah, realisasi pengiriman konsentrat, serta besarnya kontribusi proyek Mt. Carlton terhadap kinerja konsolidasi BUMI.” Ujar Cliff.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














