kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pasar SBN berpotensi unggul


Senin, 18 Juli 2016 / 20:40 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Dana Moneter Internasional (IMF) beberapa waktu lalu memang menyarankan The Fed untuk menahan rencananya pasca Inggris keluar dari Uni Eropa akhir Juni lalu. "The Fed masih belum (merealisasikan rencana) karena berhati-hati setelah Brexit. Kalau AS memangkas suku bunga di kala beberapa negara berencana meluncurkan stimulus, instrumen AS tidak akan menarik," paparnya.

Desmon Silitonga, Analis PT Capital Asset Management sepakat, besar peluang harga obligasi negara akan terapresiasi. Amunisi bersumber dari masuknya aliran dana repatriasi Undang - Undang Pengampunan Pajak atawa tax amnesty.

Pemilik aset memang bebas memilih investasi atas aset repatriasinya ke dalam obligasi pemerintah, obligasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), obligasi korporasi, saham, reksadana, serta aset lainnya seperti properti.

Menurut Desmon, sebagian investor akan memarkirkan dana repatriasinya pada SBN. Selain volatilitasnya lebih rendah, instrumen milik pemerintah ini juga terbilang bebas risiko (risk free).

Pelaku pasar juga bakal mengoleksi kupon setiap bulan dari negara. "imbal hasil SBN 7% - 8% masih menarik. Risiko lebih kecil dibandingkan saham," tuturnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×