kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pasar SBN berpotensi unggul


Senin, 18 Juli 2016 / 20:40 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Dana Moneter Internasional (IMF) beberapa waktu lalu memang menyarankan The Fed untuk menahan rencananya pasca Inggris keluar dari Uni Eropa akhir Juni lalu. "The Fed masih belum (merealisasikan rencana) karena berhati-hati setelah Brexit. Kalau AS memangkas suku bunga di kala beberapa negara berencana meluncurkan stimulus, instrumen AS tidak akan menarik," paparnya.

Desmon Silitonga, Analis PT Capital Asset Management sepakat, besar peluang harga obligasi negara akan terapresiasi. Amunisi bersumber dari masuknya aliran dana repatriasi Undang - Undang Pengampunan Pajak atawa tax amnesty.

Pemilik aset memang bebas memilih investasi atas aset repatriasinya ke dalam obligasi pemerintah, obligasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), obligasi korporasi, saham, reksadana, serta aset lainnya seperti properti.

Menurut Desmon, sebagian investor akan memarkirkan dana repatriasinya pada SBN. Selain volatilitasnya lebih rendah, instrumen milik pemerintah ini juga terbilang bebas risiko (risk free).

Pelaku pasar juga bakal mengoleksi kupon setiap bulan dari negara. "imbal hasil SBN 7% - 8% masih menarik. Risiko lebih kecil dibandingkan saham," tuturnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×