Reporter: Alya Fathinah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan yang masih membayangi pasar obligasi diperkirakan tidak akan serta-merta mengurangi minat investor terhadap penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 yang mulai ditawarkan pemerintah pada Senin (6/7/2026).
Kondisi pasar obligasi memang masih menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data pergerakan indeks obligasi, Indobex Government Bond Total Return Index turun 1,77% sepanjang Juni 2026. Sementara itu, Indobex Corporate Bond Total Return Index juga mencatatkan penurunan sebesar 0,42% pada periode yang sama.
Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, menilai kondisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang masih berada di level tinggi justru dapat menjadi faktor pendukung bagi ORI030, selama pemerintah menawarkan kupon yang kompetitif.
Baca Juga: Reksadana Saham Berpeluang Bangkit Semester II 2026, Ini Pendorongnya
Menurut Rizal, lingkungan suku bunga tinggi memberikan peluang bagi investor ritel untuk memperoleh imbal hasil tetap yang menarik dalam jangka menengah hingga panjang.
"Kalau kupon ORI030 ditetapkan kompetitif, kondisi suku bunga tinggi justru bisa menjadi daya tarik karena investor ritel dapat mengunci kupon tetap di level yang relatif menarik," ujar Rizal kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).
Meski demikian, Rizal mengingatkan bahwa ORI merupakan instrumen yang dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder. Dengan karakteristik tersebut, harga ORI berpotensi mengalami fluktuasi mengikuti pergerakan yield obligasi di pasar.
"Harga ORI di pasar sekunder bisa turun apabila yield obligasi kembali naik. Jadi, investor tetap perlu memahami risiko pergerakan harga tersebut," katanya.
Di sisi lain, Rizal memandang prospek ORI030 tetap positif, terutama bagi investor yang mencari instrumen investasi dengan tingkat risiko relatif rendah.
Selain menawarkan kupon tetap, ORI juga memperoleh jaminan penuh dari pemerintah serta dikenakan tarif pajak yang lebih rendah dibandingkan bunga deposito, sehingga menjadi salah satu alternatif investasi yang menarik di tengah ketidakpastian pasar.
Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Pekan Depan, Ini Faktor Penggeraknya
Meski begitu, keberhasilan penyerapan ORI030 pada masa penawaran tetap akan sangat ditentukan oleh tingkat kupon final yang ditetapkan pemerintah.
Rizal menilai, apabila kupon yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder maupun suku bunga deposito, minat investor berpotensi tertahan. Sebaliknya, kupon yang kompetitif dapat meningkatkan daya tarik ORI030 sebagai instrumen investasi yang defensif.
"Kalau kupon yang ditawarkan terlalu rendah dibandingkan yield SBN di pasar sekunder maupun bunga deposito, minat investor bisa tertahan. Sebaliknya, jika kupon cukup atraktif, ORI030 berpotensi menjadi instrumen defensif di tengah tekanan pasar obligasi," kata Rizal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














